SULSEL, Ungkapfakta.info -
Bupati Kabupaten Luwu Utara (Lutra, Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Abdullah Rahim, tidak henti-hentinya terus menunjukkan keberpihakannya terhadap sektor pendidikan dalam rangka untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang layak di seluruh wilayah Kabupaten yang berjuluk Bumi La Maranginang (Luwu Utara, red).
Hal tersebut ia tegaskan usai menghadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru di lingkungan BBPPKS Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026) kemarin.
Orang nomor satu di Kabupaten yang dijuluki Bumi La Maranginang ini juga menegaskan bahwa pemerintah daerah (pemda) terus berkomitmen menghadirkan SRT secara permanen guna memastikan seluruh anak di Kabupaten Lutra mendapatkan hak belajar yang layak.
Diketahui, sekolah rakyat terpadu yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak kurang mampu atau prasejahtera yang selama ini kesulitan mendapatkan sekolah reguler yang layak.
“Pemerintah Kabupaten Lutra terus berkomitmen untuk menghadirkan dan menyukseskan program sekolah rakyat ini dengan menyiapkan lahan untuk pembangunan SRT permanen pada tahun 2026 ini,” jelas Bupati Andi Rahim.
Saat ini, kata dia, pemerintah daerah telah menghadirkan sekolah rakyat rintisan pada 2025 yang lalu, dengan nama “Sekolah Rakyat 68 Kabupaten Luwu Utara”. Sekolah rakyat rintisan ini telah memiliki sebanyak 100 orang siswa dari keluarga tidak mampu.
“Di sinilah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bermimpi, orang tua bangkit dan berdaya, serta masa depan keluarga mulai bergerak ke arah yang lebih baik,” ucap Andi Rahim, seraya menambahkan bahwa, masa depan anak itu tidak ditunggu, melainkan dipersiapkan, dirawat, dan diperjuangkan sejak dini.
“Sekolah rakyat hadir membuka akses belajar yang setara, memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dengan harapan, pengetahuan, dan kepercayaan diri. Langkah kecil hari ini untuk masa depan yang lebih adil esok hari,” jelasnya menambahkan.
Dikatakannya, SRT permanen yang akan dibangun pada 2026 ini tidak sekadar soal bangunan fisik semata, tetapi juga soal bagaimana keberlanjutan operasionalnya, termasuk tenaga pengajarnya.
“Pendidikan, perlindungan sosial, serta pemberdayaan keluarga ini dirangkai dalam satu ikhtiar yang sama, yaitu bagaimana memutus mata rantai kemiskinan,” jelasnya lagi.
Lanjut ia mengatakan bahwa pendidikan adalah hak dasar semua anak. Untuk itu, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Luwu Utara yang putus sekolah hanya karena tidak ada biaya atau jarak yang jauh.
Ia pun berkomitmen untuk menjadikan Sekolah Rakyat Terpadu yang nantinya akan permanen ini dapat dirasakan lintas generasi, atau dari generasi ke generasi. “Sekolah rakyat itu cerdas bersama dan tumbuh setara,” pungkas alumnus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ini.
Sebelumnya, Presiden Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di SRT Terpadu 9 Banjarbaru mengatakan bahwa sekolah rakyat terpadu yang akan segera beroperasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perubahan di sektor pendidikan.
“Pada tahun 2025 yang lalu, sebanyak 166 titik sekolah rakyat rintisan telah beroperasi. Seiring beroperasinya sekolah rakyat rintisan, maka pada 2026 pembangunan sekolah rakyat permanen juga sudah dimulai di 104 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Turut hadir dalam acara peresmian sekolah rakyat rintisan ini, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, para Kepala Daerah, serta para tokoh dan pejabat di Banjarbaru. Sementara Bupati Andi Abdullah Rahim hadir didampingi Kepala Dinas Sosial, Ari Setiawan.
Mega/Yustus
.png)
.png)
