CIBINONG – Menanggapi beredarnya data mengenai 62 kasus "Super Flu" yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, memberikan klarifikasi resmi guna menenangkan masyarakat.
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menegaskan bahwa belum ada laporan kasus tersebut di wilayah Kabupaten Bogor. dr. Fusia menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk memantau perkembangan data tersebut.
"Kami masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui apakah terdapat kasus yang berasal dari Kabupaten Bogor. Namun, sampai saat ini kami belum mendapatkan data By Name By Address (BNBA) kasus Super Flu tersebut dari Kemenkes RI,"ujar dr. Fusia kepada kami (10/01/2026).
Varian Tidak Lebih Berbahaya dari Flu Musiman
Mengacu pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI yang didasarkan pada penilaian WHO dan Epidemiologi Nasional, dr. Fusia menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan bukti bahwa varian ini lebih parah dibandingkan influenza musiman biasa.
Meskipun demikian, dr. Fusia menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperkuat protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan utama. Berikut adalah panduan pencegahan yang disarankan:
- Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
- Disarankan tetap memakai masker, terutama saat sedang sakit atau berada di kerumunan.
- Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin untuk mencegah penularan.
- Jika mengalami gejala flu, dianjurkan tetap di rumah hingga kondisi membaik
- Melakukan vaksinasi influenza bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan pemilik komorbid.
"Kami meminta masyarakat tidak panik. Yang terpenting adalah menjaga imunitas dan segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit jika gejala tidak kunjung membaik atau memburuk," tutupnya.
.png)

.png)
