• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    iklan

    iklan

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Proyek Jembatan Jalan Subah-Ledo : Kadis Dan PPK PUPR Kalbar Harus Diperiksa

    Sabtu, 10 Januari 2026, Januari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T07:56:20Z
    masukkan script iklan disini




    Kalbar, Bengkayang : Satu lagi, pekerjaan PUPR Propinsi disorot rakyat banyak. Proyek daging banget rehabilitasi jembatan ruas Jalan Subah–Ledo  Kabupaten Bengkayang, segede Rp. 1 Miliar 900 juta, dituding asal jadi dan tidak mencerminkan unsur kualitas maupun kwantitas. 


    " Kami melihat pekerjaannya sangat jelek dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Bahkan terindikasi adanya penyimpangan yang membuat negara maupun masyarakat rugi total, " tegas warga setempat agak jengkel. 


    Paket basah kuyup, Jembatan Komposit Bentang 12 Meter, yang bisa bikin dompet tebal, garapan CV Elvira Sarana Konstruksi, selaku pelaksana, terbukti masih menggunakan tiang kayu lama atau material bekas bukan baru. 


    Warga sekitar kecewa berat melihat hasil bangunannya yang tampak keluar dari acuan bestek. " Hasilnya ndak karuan bang. Duit APBD Kalbar tahun anggaran 2025, habis terbuang percuma. Kami minta Kadis dan Kabid Bina Marga PUPR Propinsi dipanggil dan diperiksa, termasuk aset kekayaan mereka, " desaknya. 


    Ia begitu kesal dengan bentuk pengawasan Dinas yang terlalu lemah dan ogah-ogahan, sehingga peluang pengurangan volume dan lain-lainnya terbuka lebar. " Pelanggaran itu tidak bisa dibiarkan, perlu audit ulang serta proses penyelidikan hukum, " terangnya. 


    Seperti diketahui bahwa proyek rehabilitasi jembatan ini menghubungkan dua wilayah penting di Kabupaten Bengkayang. Perannya cukup vital dalam menunjang keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat setempat. 


    Sebagai jalur utama, jembatan ini tidak hanya melayani lalu lintas kendaraan sehari-hari, tetapi juga menjadi akses penting bagi distribusi barang maupun layanan lainnya. Makanya masyarakat berharap agar pemerintah dapat melakukan pengawasan melekat agar proyek ini bisa memberikan manfaat yang optimal.


    Kadis, Kabid maupun Kontraktor yang diharapkan mampu memberikan penjelas riil terkait penggunaan kayu bekas serta kondisi fisik jembatan, justru sulit dihubungi. Mungkin Polda Kalbar yang bisa komunikasi dengan para pengelola maupun pelaksana.(007/ D.Arifin)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e