• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi Tinjau Bencana Di Pemalang Dan Menanggapi Tudingan Netizen "Kerja Kita Ini Kerja Kolaboratif,Tidak Harus Gubernur Tampil".

    Jumat, 30 Januari 2026, Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T12:41:43Z
    masukkan script iklan disini



     

    Foto: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi & Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

    PEMALANG. ungkapfakta.info
    Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau dan mengecek langsung tindak lanjut penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat (30/1/2026).
    Beliau memberikan arahan langsung agar penanganan pascabencana dilakukan secara komprehensif, terutama terkait masyarakat yang terdampak.


    Penanganan bencana di Pemalang, sudah dilakukan secara holistik sejak hari pertama kejadian, atau bahkan saat Bupati Pemalang menetapkan status darurat bencana. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait mulai tingkat provinsi sampai kabupaten dan pemerintah pusat, juga sudah turun sesuai bidang masing-masing.


    “Hari ini, kita melakukan dan memastikan, bahwa penanganan masyarakat yang terdampak clear dan paripurna,” kata Luthfi, seusai memberikan arahan di Kantor Kecamatan Pulosari dan meninjau lokasi bencana di Desa Penakir.


    Beberapa hal penting yang digarisbawahi oleh Ahmad Luthfi, adalah tindak lanjut penanganan terkait dengan pengungsi, pendidikan, hunian sementara dan hunian tetap, kesehatan, hingga perbaikan sarana prasarana.


    Dia mencontohkan, di Kecamatan Pulosari terdapat 813 kepala keluarga (KK) dengan total 2.777 jiwa pengungsi. Sekitar 80 rumah rusak, 78 bidang lahan rusak, serta belasan jembatan rusak.


    “Sehingga masyarakat yang betul-betul terdampak terbantu sacara maksimal, dan tentu yang paling penting adalah memikirkan ke depan bagaimana,” jelas gubernur.


    Luthfi membeberkan, masyarakat terdampak harus terdata secara by name by address (nama dan alamatnya), sehingga bisa pulih lagi secara sosial maupun perekonomiannya. Termasuk, barang berharga sampai hewan ternak dan lahan yang terdampak, juga perlu didata dengan baik. Selain itu, lahan pertanian yang tergenang banjir, juga akan diajukan klaim asuransinya.


    Sementara untuk pendidikan dan kesehatan, Luthfi sudah meminta kepada dinas pendidikan untuk menyiapkan tempat belajar sementara, termasuk menerjunkan guru-guru yang kompeten untuk mendampingi anak-anak belajar di pengungsian.


    Terkait kesehatan, dia menginstruksikan agar pemeriksaan dilakukan secara rutin, dan apabila ada keadaan darurat langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

    Foto: Pemaparan Gubernur Ahmad Lutfi kepada OPD Kab. Pemalang & stakeholder


    Ditengah pembahasan mengenai penanganan bencana , Gubernur Jateng Ahmad Lutfi juga menanggapi sorotan warganet yang ramai di media sosial bahwa kehadiran negara dalam bencana tidak selalu harus ditunjukkan lewat penampilan gubernur di lokasi. Ia menekankan bahwa sistem pemerintahan telah dirancang agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat sesuai tugas masing-masing.


    “Kerja kita ini kerja kolaboratif. Tidak harus gubernur tampil. Dinas-dinas kita jagoan semua, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Sosial. Begitu ada bencana Plek... langsung bergerak lengkap,” ujar Ahmad Luthfi.


    Ia menyebut telah mendatangi sejumlah wilayah terdampak bencana seperti Cilacap, Jepara, dan Kudus. Bahkan, kata dia, pemerintah provinsi bekerja dengan pendekatan by name by address untuk memastikan penanganan tepat sasaran.


    “Saya tahu persis, jembatan rusak berapa, lokasinya di mana. Ada sekitar 30 jembatan rusak disini. Saya tidak harus selalu tampil, karena yang mengerjakan di lapangan adalah dinas,” tegasnya. **ATK

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e