Kalbar, Pontianak : Beberapa lembaga Sosial Masyarakat kecewa berat terhadap kinerja Bea Dan Cukai, pasca penangkapan hasil hutan jenis rotan yang terbukti tanpa dilengkapi dengan dokumen pendukung, di pelabuhan Pontianak.
" Jujur, saya sangat kecewa dengan bentuk pengawasan serta action Bea Dan Cukai dalam mencegah termasuk menangani dugaan kasus ekspor ilegal yang terjadi kemarin, " terang Ismet Syah, Kordinator Bela Negara Wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara.
Ketua Lembaga yang mendapat amanah dan atensi langsung dari Kementerian Keuangan guna memantau aktivitas perdagangan ekspor impor serta penerimaan negara, baik domestik maupun internasional di kawasan pelabuhan ini, meminta agar Bea Dan Cukai terbuka terkait pemilik rotan yang berhasil dengan gemilang mengelabui petugas lewat surat izin pemberitahuan ekspor Barang (PEB).
Bayangkan, kata Ismet, didalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang tertulis kelapa (coconut). Saat dilakukan pemeriksaan fisik, ternyata isinya rotan. Ini pasti ada para pemain belakang didalam kantor, yang coba-coba bermain kotor demi tambahan pendapatan jumbo atau can tepi yang merugikan negara.
" Rotan itukan komoditas yang dilindungi. Bahkan proses pengirimannya pun tidak sembarangan, apalagi barang ekspor, juga begitu ketat.Tetapi anehnya, lembaga custom tersebut justru bisa kecolongan didokumen milik negara atau PEB, tanyanya sedikit curiga.
Tidak menuduh, sambung Ismet, sepertinya disini ada keterlibatan oknum. Nah jika itu terbukti, sesuai intruksi Menkeu, mereka harus ditindak tegas dan dicopot dari jabatannya.
“ Ketika melakukan pengurusan dokumen PEB, tentu nama Eksportir pengirim dan perusahaannya pasti tercantum. Bicara logika, seharusnya pelaku sudah tertangkap, karna mudah dilacak. Namun hingga detik ini, belum ada satu orangpun yang jadi tersangka, " ujarnya.
Organisasi Bela Negara yang kerap membongkar fakta dibalik retorika mengajak insan pers untuk tetap mengawal kasus ini hingga sampai ke meja hijau bukan meja perundingan.
“ Kita akan terus memantau sekaligus mengawal kasus tersebut sebagai komitmen Lembaga Bela Negara dalam memastikan tata kelola pelabuhan maupun perdagangan yang lebih bersih, " janji Ismet sambil menambahkan peredaran narkoba dan minuman ilegal juga kami monitor.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
