PACET – ungkapfakta.info || PUJON, 9–15 Januari 2026 — SMA Katolik Frateran Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan visioner melalui dua kegiatan besar pembinaan kepemimpinan, yakni Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Kursus Kepemimpinan Penegak (KKP). Kedua agenda ini dilaksanakan secara terpisah namun saling melengkapi, dengan memadukan pembelajaran kepemimpinan, nilai organisasi, serta pembentukan karakter melalui tantangan alam terbuka.
LDKS 2026: United Beyond the Unlimited di Pacet Mini Park
LDKS SMAK Frateran Surabaya dilaksanakan pada 13–15 Januari 2026 bertempat di Pacet Mini Park, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini mengusung tema besar “United Beyond the Unlimited”, yang mencerminkan semangat persatuan tanpa batas demi mencapai tujuan organisasi siswa yang lebih tinggi.
Selama tiga hari, para peserta yang merupakan calon pengurus organisasi siswa ditempa dengan berbagai materi strategis yang dirancang untuk memperkuat fondasi kepemimpinan mereka.
"Hari Pertama: Pondasi Kepemimpinan dan Komunikasi
Kegiatan dimulai pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan pembekalan materi Organisasi, yang menekankan pemahaman struktur dan tata kelola organisasi secara profesional.
"Selanjutnya, materi Leadership (Kepemimpinan) membahas konsep servant leadership yang sejalan dengan nilai-nilai Frateran, yakni kepemimpinan yang melayani dengan kasih dan integritas.
Hari pertama ditutup dengan materi Komunikasi Efektif, yang menjadi bekal penting agar calon pemimpin mampu menyampaikan gagasan secara jelas serta membangun koordinasi yang sehat demi meminimalisir konflik di masa depan.
"Hari Kedua: Administrasi, Demokrasi, dan Keakraban
Pada Rabu, 14 Januari 2026, peserta memasuki tahap pembekalan teknis melalui materi Penyusunan Proposal, guna menanamkan prinsip perencanaan, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam setiap program kerja siswa.
Diskusi mengenai Demokrasi menjadi sorotan utama pada siang hari, di mana peserta diajak memahami pentingnya menyuarakan pendapat dan mengambil keputusan melalui diskusi serta permainan pemecahan masalah.
Malam harinya, suasana berubah hangat dalam Malam Keakraban. Meski udara dingin dan hujan menyelimuti Pacet, para peserta tetap antusias mengikuti kegiatan kebersamaan yang mempererat ikatan persaudaraan sesuai semangat “United”.
"Hari Ketiga: Regenerasi dan Penyegaran
Hari terakhir, Kamis, 15 Januari 2026, menjadi momen krusial dengan agenda Penentuan Calon Ketua dan Wakil Ketua OPDIS. Proses seleksi dilakukan secara transparan melalui diskusi kelompok dan wawancara bersama pembina OPDIS untuk menggali visi dan misi para kandidat.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi Refreshing Bersama di area Pacet Mini Park, sebagai ajang pelepas penat sekaligus simbol dimulainya perjalanan baru sebagai satu tim yang solid sebelum kembali ke Surabaya.
Pembina OSIS, Ibu Ana, mengapresiasi ketangguhan, kedisiplinan, dan kerja sama peserta selama LDKS. Ia menekankan bahwa LDKS merupakan awal perjuangan, sehingga nilai kepemimpinan yang melayani, komunikasi efektif, dan akuntabilitas harus terus dijaga dalam keseharian.
KKP 2026: Wilderness of Honor di Alam Coban Rondo
Tak hanya melalui LDKS, SMA Katolik Frateran Surabaya juga menggelar Kursus Kepemimpinan Penegak (KKP) bagi Gugus Depan Kepramukaan pada 9–11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sebaluh, Jalan Coban Rondo, Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dengan tema “Wilderness of Honor”.
Sebanyak 46 calon pengurus dan pemimpin Pramuka mengikuti KKP sebagai bagian dari regenerasi kepengurusan Dewan Ambalan Yos Sudarso 17.101 – Dewi Sartika 17.102 masa bakti 2025/2026 menuju kepemimpinan baru tahun 2026/2027.
KKP bertujuan melatih kepemimpinan penegak, menanamkan karakter persaudaraan yang sinergis, membangun inspirasi, serta menyatukan peserta dengan alam sebagai ruang pembelajaran nyata.
Pradana Putra, Malvin Kristanto Alim (Kelas XII), menyampaikan bahwa kehormatan jiwa kepemimpinan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses, tantangan, dan kebersamaan. Meski hujan dan angin melanda selama perkemahan, semangat peserta tetap terjaga, mencerminkan karakter pemimpin yang tumbuh secara nyata.
Senada dengan itu, Pradana Putri Sicilia G. Velove menegaskan bahwa makna Wilderness of Honor mengajarkan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam kondisi serba terbatas. Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama KKP dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan Pramuka maupun masyarakat.
Sementara itu, peserta putri Jesselyn Yang mengungkapkan kesan positif terhadap keindahan alam Coban Rondo, kegiatan game, serta jalur tracking yang menyenangkan, meski cuaca sempat mengharuskan perubahan susunan acara.
Peserta lainnya, Albertus Prasetyo Mulyosandi, menambahkan bahwa KKP mengajarkan cara bertahan dan menyelesaikan masalah dalam situasi di luar kendali, sebuah pelajaran penting bagi calon pemimpin.
Menyiapkan Pemimpin Masa Depan
Dengan terselenggaranya LDKS dan KKP 2026, SMA Katolik Frateran Surabaya menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan generasi pemimpin muda yang matang secara karakter, tangguh dalam menghadapi tantangan, serta mampu bekerja dalam semangat persatuan dan kehormatan.
Diharapkan, nilai-nilai “United Beyond the Unlimited” dan “Wilderness of Honor” tidak berhenti pada kegiatan semata, tetapi terus hidup dan diwujudkan dalam kehidupan sekolah, kepramukaan, dan masyarakat luas.
(Wpd)

.png)

.png)

