GUNUNG PUTRI – Musibah ambruknya bangunan sekolah terjadi di SMAN 2 Gunung Putri, Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor pada Jumat pagi. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah ruang kelas, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra, menyatakan bahwa dirinya menerima laporan pertama kali melalui grup koordinasi pemerintahan desa dari pihak RW setempat.
"Saya mengecek laporan dari RW di grup pemerintahan sekitar jam 04.30 WIB. Berdasarkan informasi awal dan pantauan CCTV sekolah, kejadian ambruknya bangunan tersebut terjadi sekitar pukul 03.50 WIB," ujar Udin Saputra saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Menurut keterangan Kades, terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan cukup berat akibat ambruknya atap bangunan. Meskipun kerusakan material terlihat signifikan, ia memastikan bahwa kondisi sekolah sedang kosong saat kejadian berlangsung.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa karena kejadiannya dini hari saat tidak ada aktivitas belajar mengajar," tambahnya.
Pasca kejadian, Pemerintah Desa Ciangsana segera melakukan langkah-langkah darurat dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak terkait untuk mengamankan lokasi.
Destana (Desa Tangguh Bencana) Desa Ciangsana.
Pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga saat ini, penyebab pasti ambruknya tiga ruang kelas tersebut masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang. Namun, faktor cuaca diduga menjadi salah satu pemicu utama.
"Kalau penyebab pastinya saya kurang tahu, mungkin nanti dari pihak teknis yang menjelaskan. Tapi saat kejadian memang sedang hujan saja, tidak ada apa-apa lagi, tiba-tiba ambruk," jelas Udin.
Pihak desa berharap agar perbaikan gedung sekolah dapat segera dilakukan agar proses belajar mengajar siswa SMAN 2 Gunung Putri tidak terganggu terlalu lama(23/02/26).
.png)


.png)
