![]() |
| ungkapfakta.info |
Berbagai pola penyimpangan diduga terjadi, mulai dari manipulasi laporan keuangan, nota pembelian barang fiktif, hingga pungutan wajib yang dibebankan kepada sekolah setiap kali pencairan dana BOS. Praktik ini dinilai bukan lagi sekadar kelalaian administratif, melainkan bentuk kesengajaan dan kejahatan yang merugikan keuangan negara serta merampas hak siswa.
Seorang kepala sekolah di Kabupaten Tulang Bawang yang namanya tidak dimediakan mengungkapkan bahwa pungutan wajib tersebut dilakukan secara terstruktur setiap kali dana BOS cair. “Bukan cuma di wilayah kami saja, tapi se-Kabupaten Tulang Bawang. Anggarannya bervariasi, wilayah kami termasuk paling rendah,” ujarnya. Ia juga mengeluhkan adanya kewajiban membayar berbagai kegiatan di luar kebutuhan sekolah, seperti spanduk dan kegiatan hari besar.
Saat dikonfirmasi, Ketua Forum K3S Kabupaten Tulang Bawang melalui pesan singkat dia hanya menjawab singkat kalo rekannya hanya diperintahkan oleh oknum dinas pendidikan, Rantai konfirmasi pun terus berlanjut ke pejabat lain di Dinas Pendidikan, namun belum ada kejelasan pasti hingga berita ini ditayangkan karena kepala dinas pendidikan M. Ami Iswandi Ismed Balaw, S.Kom., M.M. saat di chat melalui aplikasi WhatsApp sudah tidak aktif lagi. Sama halnya Kabid SD Qodar nomor teleponnya tidak aktif dan kasi Sapras peri tidak merespon saat di chat via aplikasi WhatsApp.
Ketua DPC Trinusa Tulang Bawang Hendri Setiawan dan kordinator aktivis Elian Toni mengecam keras praktik tersebut. Ia menilai tindakan itu bukan sekadar pungli, melainkan kejahatan sistemik yang merusak moral pendidikan dan merampas hak anak bangsa. “Setiap rupiah dari dana BOS adalah amanah rakyat untuk masa depan generasi Indonesia. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas kasus ini tanpa kompromi,” tegas mereka
Publik kini menanti langkah tegas dari Inspektorat, BPK, dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang dan pungli terstruktur di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)
