• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    iklan

    iklan

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    UPT SLB Negeri 1 Makassar Fokus Kembangkan Keterampilan dan Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus

    Kamis, 08 Januari 2026, Januari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-01-08T06:09:49Z
    masukkan script iklan disini



    UPT SLB Negeri 1 Makassar Fokus Kembangkan Keterampilan dan Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus

    Makassar,ungkapfakta — UPT SLB Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, terus menegaskan komitmennya dalam mengembangkan keterampilan (vokasi) dan kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah UPT SLB Negeri 1 Makassar, Andi Hamjan, S.Pd., M.Pd, saat ditemui awak media.(8/1/2026)

    Menurut Andi Hamjan, pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki ciri khas yang berbeda dengan sekolah reguler, yakni menitikberatkan pada penggalian potensi, keterampilan, serta pembentukan kemandirian siswa.

    “Fokus utama kami di SLB adalah bagaimana menggali skill atau keterampilan anak. Karena memang ciri khas SLB itu adalah vokasi, keterampilan, dan kemandirian. Untuk bisa mandiri, anak-anak harus dibekali keterampilan sejak dini,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, pengembangan keterampilan diarahkan pada bidang-bidang praktis yang dapat menjadi bekal hidup siswa di masa depan, seperti tata boga, tata busana, dan berbagai keterampilan vokasional lainnya. Pihak sekolah tidak terlalu menekankan pada aspek akademik semata, namun lebih pada keterampilan yang bisa dikembangkan sesuai potensi masing-masing siswa.

    “Anak-anak tidak harus terlalu banyak difokuskan pada akademik, tetapi diarahkan pada keterampilan. Intinya keterampilan itu bisa dikembangkan dan menjadi bekal kemandirian mereka,” tambahnya.

    Saat ini, UPT SLB Negeri 1 Makassar memiliki 412 siswa dengan lima jenis kekhususan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA. Kekhususan tersebut mencakup tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, hingga autisme.
    Dari sisi tenaga pendidik, Andi Hamjan menyebutkan bahwa jumlah guru yang sebelumnya lebih dari 100 orang kini tersisa 82 guru, termasuk di dalamnya guru ASN, PPPK, dan non-ASN. Meski demikian, proses pendidikan dan pembinaan tetap berjalan optimal.
    Menariknya, Andi Hamjan mengungkapkan bahwa dirinya kini telah memasuki tahun kelima 

    memimpin UPT SLB Negeri 1 Makassar. Ia mengaku bersyukur dan merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan para siswa.
    “Alhamdulillah, saya sudah masuk tahun kelima di sini. Kita merasa bahwa mereka adalah bagian dari kita, dan kita juga bagian dari mereka. Tujuan akhirnya adalah bagaimana anak-anak ini bisa mandiri,” tuturnya.
    Dengan pendekatan vokasi dan keterampilan yang terus diperkuat, UPT SLB Negeri 1 Makassar berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan dasar, tetapi juga siap hidup mandiri dan berdaya di tengah masyarakat.
    Jurnalist"(Kul indah/mia)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e