SUKAMAKMUR, BOGOR – Ketua APDESI Kecamatan Sukamakmur, Budiyanto, memberikan pernyataan menohok dalam forum Musrenbang yang dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor, di antaranya Ahmad Ansori dan Beben. Budiyanto menuntut peran nyata para wakil rakyat tersebut untuk mengawal sengketa status lahan yang menjerat 8 desa di wilayah Kecamatan Sukamakmur.
Dalam penyampaiannya, Budiyanto mengapresiasi dukungan legislatif yang diklaim sudah mencapai "99 persen". Namun, ia menegaskan bahwa "1 persen" sisanya adalah kunci penentu masa depan masyarakat Sukamakmur, yakni pelepasan status kawasan hutan negara.
"Alhamdulillah, dukungan program sudah 99 persen. Tapi ada satu persen lagi yang belum, dan ini yang paling krusial. Saya minta kita sama-sama berjuang, Pak Camat, para Kades, dan khususnya Bapak-Bapak Dewan yang hadir di sini," ujar Budiyanto di hadapan Ahmad Ansori dan Beben.
Budiyanto menyindir bahwa kehadiran anggota dewan dalam rapat-rapat formal tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan keberanian mengawal isu ini hingga ke tingkat pusat. Apalagi, pada awal Februari ini, Menteri Kehutanan dijadwalkan akan hadir langsung ke wilayah tersebut.
"Awal Februari ini Menteri Perhutanan akan datang. Ini langkah terakhir, tinggal satu langkah lagi desa-desa kita bisa lepas dari kawasan hutan negara. Saya ingatkan, jangan sampai nanti beliau (Menteri) hadir, tapi Dewannya malah tidak hadir. Ini momentum penting, kami perlu kehadiran fisik dan dukungan politik kalian!" tegasnya menyindir.
Persoalan status lahan di 8 desa ini telah lama menjadi penghambat pembangunan infrastruktur dan legalitas aset warga. Budiyanto berharap Ahmad Ansori dan Beben, sebagai putra daerah atau wakil rakyat dari daerah pemilihan tersebut, mampu menunjukkan taringnya di hadapan kementerian.
"Kami sudah lelah dengan urusan administratif yang berbelit. Sekarang momentumnya sudah di depan mata. Kami tantang komitmen Pak Ahmad Ansori dan Pak Beben untuk berdiri di samping para kepala desa saat berhadapan dengan Menteri nanti. Jangan biarkan perjuangan ini mandek di tengah jalan," pungkas Budiyanto.
Pernyataan keras ini seolah menjadi "ujian" bagi Ahmad Ansori dan Beben untuk membuktikan bahwa kehadiran mereka di Musrenbang bukan sekadar seremonial, melainkan membawa misi penyelamatan hak atas tanah bagi ribuan warga di 8 desa Kecamatan Sukamakmur.
.png)

.png)
