SUKAMAKMUR – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, kian memprihatinkan. Ketua PGRI Kecamatan Sukamakmur, Nazarudin Zen, menyampaikan mosi tidak percaya terhadap efektivitas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) karena dinilai gagal mengakomodir perbaikan sarana pendidikan selama bertahun-tahun.
Dalam Musrenbang yang digelar pada Senin (2/2/2026), Nazarudin menegaskan bahwa terdapat sedikitnya 13 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang membutuhkan penanganan darurat (urgent) pada tahun anggaran 2026 demi menjamin keamanan siswa saat belajar.
Anggaran Besar, Realisasi Minim
Nazarudin menyayangkan ketimpangan antara pagu anggaran yang tersedia dengan realisasi di lapangan. Menurutnya, meskipun total pagu anggaran mencapai Rp174 miliar, alokasi untuk sektor pendidikan di Sukamakmur sangat jauh dari harapan.
"Ada 30 sekolah yang kami usulkan untuk direhabilitasi tahun lalu, namun kenyataannya hanya pengadaan meubelair untuk tingkat SMP saja yang direalisasikan. Hal ini memicu kekecewaan besar di kalangan kepala sekolah," ujar Nazarudin dengan nada tegas.
Musrenbang Dinilai Hanya Formalitas
Ia mengungkapkan bahwa para kepala sekolah SD dan SMP di wilayahnya mulai meragukan fungsi Musrenbang. Aspirasi yang diajukan setiap tahun seolah hanya berakhir di atas kertas tanpa ada eksekusi nyata.
"Kami berpendapat Musrenbang ini tidak memberikan solusi bagi pendidikan. Padahal, dana sebesar Rp174 miliar seharusnya cukup untuk menuntaskan masalah sarana prasarana jika pemerintah memiliki kemauan politik yang kuat," tambahnya.
Mendesak Realisasi 50 Persen
Menutup pernyataannya, PGRI Sukamakmur menuntut agar minimal 50 persen dari usulan rehabilitasi tahun ini segera diakomodir. Prioritas utama ditujukan pada 13 sekolah dengan tingkat kerusakan parah.
"Kondisi di lapangan sudah sangat mengkhawatirkan, salah satunya di SDN Sukamulya 02. Kami meminta pemerintah tidak lagi menutup mata. Rehabilitasi sekolah bukan lagi sekadar usulan, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut nyawa dan masa depan anak didik kami," pungkasnya (Rio)
.png)

.png)
