CIBINONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor memastikan bahwa hingga saat ini wilayah Kabupaten Bogor masih berada dalam Zona Hijau atau tidak berisiko terkait penyebaran Penyakit Virus Nipah. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan tetap mengedepankan kewaspadaan dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti sosialisasi daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI. Ia menegaskan bahwa berdasarkan pemetaan risiko nasional, belum ditemukan adanya laporan kasus konfirmasi Virus Nipah pada manusia di Indonesia, khususnya di Bumi Tegar Beriman.
"Alhamdulillah, Kabupaten Bogor saat ini masih berada di zona hijau. Namun, mengingat Virus Nipah adalah penyakit zoonotik emerging yang cukup serius, kita harus tetap waspada terhadap pola penularannya," ujar dr. Fusia(04/02/2026).
Gejala klinisnya cukup beragam, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga peradangan otak (ensefalitis) yang berpotensi fatal.
Sebagai langkah antisipasi, dr. Fusia Meidiawaty mengimbau masyarakat Bogor untuk menerapkan delapan poin langkah pencegahan utama :
1. Rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta menjaga daya tahan tubuh dengan nutrisi seimbang dan istirahat cukup.
2. Jangan meminum nira/aren langsung dari pohon tanpa dimasak terlebih dahulu.
3. Selalu cuci bersih dan kupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
4. Segera buang buah yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar.
5. Pastikan daging ternak diolah dengan suhu yang tepat.
6. Hindari berinteraksi langsung dengan hewan yang tampak tidak sehat.
7. Para pemotong hewan diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai.
8. Proteksi Kandang: Gunakan jaring pada kandang hewan untuk meminimalisir kontak dengan kelelawar.
"Kuncinya adalah kebersihan dan ketelitian. Dengan disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kita tidak hanya terlindungi dari risiko Virus Nipah, tetapi juga penyakit menular lainnya," tutup dr. Fusia.
(Rio)
.png)

.png)
