• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Proyek Rp. 9 M : Bangunan LABKESMAS Sanggau Berantakan. Mana Bupatinya.

    Jumat, 20 Februari 2026, Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T02:08:51Z
    masukkan script iklan disini




    Kalbar, Sanggau: Masyarakat meminta agar Bupati tidak diam ketika melihat kegagalan pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat Kabupaten Sanggau, yang nilainya tergolong fantastis mencapai Rp. 9 Miliar rupiah. 


    " Karna ini akibat lemahnya perencanaan dan pengawasan tehnis,  atau banyaknya setoran, kami harap Bupati berani mengambil tindakan tegas terhadap Kadis maupun PPK atas gagalnya proyek laboratorium, " ujar salah satu anggota lembaga masyarakat.


    Ia mengatakan kondisi terkini yang kita lihat dilapangan, jujur, sangat memprihatinkan. Cat nya sudah pada pudar dan bangunannya mulai retak-retak memanjang serta sampah material bertimbunan dibelakang gedung, tidak dirapikan sedikitpun. 


    " Seharusnya dengan duit miliaran rupiah, hasil bangunan mantap, kuat dan kokoh. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, lempeng bahkan bederai. Ini yang sulit kami terima dan mesti dipelajari lebih dalam faktor penyebabnya. Bila perlu libatkan Kejaksaan untuk menyelidikinya, " tegas anggota Lembaga  tadi. 


    Ditempat lain, warga sekitar ingin proyek tersebut diselidiki dari awal tender, proses penanda tanganan kontrak dan pelaksanaan kerja. Dirangkaian itu, apakah ada atau tidak biaya siluman yang dikeluarkan oleh kontraktor, sehingga finishing akhirnya tidak karuan. 


    " Tingkatan proses awal itu mesti diselidiki dengan seksama, maklum, namanya juga proyek pemerintah, tentu celah-celah kearah kolusi itu memiliki potensi yang besar. Makanya dibutuhkan pemeriksaan yang teliti. Kuncinya di APH, " jelas warga sekitar. 


    Sementara konfirmasi PPK melalui chat WA nya menyatakan, mestinya per 10 Desember 2025 pekerjaan tersebut selesai, namun tidak. Lewat adendum, kita beri kesempatan penyelesaian pekerjaan 20 hari sampai 30 Desember 2025. Karna progresnya cuma 95 persen, akhirnya kita putus kontrak. Disisi lain Kadis Kesehatan sulit dihubungi.(007/D.Arifin)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e