![]() |
| Foto: Gedung pendopo Kab. pemalang |
PEMALANG. ungkapfakta.info
-Pemerintah Kabupaten Pemalang akan mengadakan pesta demokrasi di 173 desa untuk pemilihan kepala desa (kades) serentak dan memastikan kesiapan finansial guna menyukseskan gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tersebut. Tidak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp9,6 miliar telah dipatok untuk membiayai pesta demokrasi di 173 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Pemalang.
Dinpermasdes Kabupaten Pemalang, Bejo Setyawidodo, dalam forum Musrenbang di Kecamatan Bodeh, Selasa (3/2/2026) memaparkan penggelontoran dana bantuan yang di alokasikan tersebut guna pelaksanaan pesta demokrasi transisi kepemimpinan di desa berjalan lancar tanpa hambatan.
Dalam pemaparannya, Bejo menekankan bahwa distribusi anggaran tahun ini akan mengedepankan prinsip keadilan proporsional. Artinya, setiap desa akan menerima bantuan dengan besaran yang berbeda, bergantung pada beban kerja dan jumlah pemilih di masing-masing wilayah.
”Pilkades nanti akan di ikuti 173 desa, termasuk desa baru, Sodong Basari di Kecamatan Belik,” ujar Bejo Setyawidodo.
”Skema pembagiannya sangat dinamis. Kami merujuk pada data DPT periode 2024 yang mencatat adanya 1.733 TPS. Aturannya jelas, satu TPS maksimal melayani 500 pemilih,” ungkap Bejo di hadapan para peserta Musrenbang.
”Pastinya tiap desa kebutuhannya berbeda, nanti disesuaikan dengan jumlah TPS dan daftar pemilih tetap (DPT),” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dinpermasdes menegaskan bahwa pencairan dana tidak akan dilakukan secara serampangan. Pemkab Pemalang menunggu laporan mendetail dari tiap desa mengenai kebutuhan riil di lapangan. Data valid terkait jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjadi syarat mutlak sebelum anggaran dikucurkan.
”Pastinya tiap desa kebutuhannya berbeda, nanti disesuaikan dengan jumlah TPS dan daftar pemilih tetap (DPT),” imbuhnya.
Anggaran dana tersebut di harapkan bisa terealisasi dengan baik dan dinamis agar pelaksanaan pilkades serentak berjalan dengan jujur aman dan adil. ** Red
.png)

.png)
