SUKAMAKMUR – Ketimpangan jumlah sarana pendidikan di wilayah Kecamatan Sukamakmur kian mengkhawatirkan. Plt Camat Sukamakmur, Gogo Badrudin, menegaskan bahwa penambahan SMA/SMK Negeri kini telah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat Kecamatan pada Senin (2/2/2026). Gogo menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah lulusan SMP dengan kapasitas tampung sekolah menengah atas (SMA) yang ada.
“Kebutuhan paling krusial di wilayah kami adalah sarana pendidikan SLTA. Saat ini, Sukamakmur hanya memiliki satu SMA Negeri. Ini tentu tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP yang terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Gogo kepada Media.
Kondisi ini berdampak sistemik terhadap akses pendidikan warga lokal. Terbatasnya kuota penerimaan siswa baru di satu-satunya sekolah negeri tersebut memaksa banyak anak-anak Sukamakmur harus menempuh pendidikan jauh ke luar kecamatan.
Gogo berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat proaktif mendorong pembangunan Unit Gedung Baru (UGB) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang kewenangan jenjang SMA/SMK.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami dalam rancangan penerimaan siswa baru. Banyak anak didik kita yang akhirnya terlempar ke luar wilayah karena daya tampung di dalam kecamatan sudah maksimal,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kecamatan Sukamakmur telah membidik Desa Sukaresmi sebagai lokasi potensial untuk pembangunan gedung SMA Negeri baru tersebut.
Lokasi ini dipilih untuk mengakomodasi kebutuhan akses pendidikan bagi warga di wilayah barat yang mencakup beberapa desa strategis.
“Kami mengusulkan titik pembangunannya di Desa Sukaresmi agar lebih terjangkau bagi warga dari Sukamakmur, Sukamulya, Pabuaran, hingga Cibadak. Kami berharap Dinas Pendidikan dan Pemprov Jabar segera memberikan perhatian khusus atas usulan ini,” pungkas Gogo. (Rio)
.png)

.png)
