GARUT – Suasana khidmat menyelimuti Aula SMKN 12 Garut pada Jumat (13/03/2026) pagi. Ratusan murid berkumpul dalam harmoni spiritual untuk mengikuti prosesi penutupan Pesantren Ekologi Ramadhan 1447 H. Mengusung tema besar "Gema Wahyu, Pelita Kalbu", kegiatan ini bukan sekadar penutupan rutinitas tahunan, melainkan puncak dari perjalanan transformasi karakter murid.
Selama tiga pekan terakhir, SMKN 12 Garut telah menyulap lingkungan sekolah menjadi laboratorium spiritual dan lingkungan. Program ini mengintegrasikan nilai Panca Waluya cageur, bageur, bener, pinter, dan singer dengan aksi nyata pelestarian alam.
Kepala SMKN 12 Garut Heriyatno, S.Pd, M.M, M.Si, M.CE dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema tahun ini menekankan pada hubungan vertikal kepada Sang Pencipta (Gema Wahyu) dan manifestasi kedamaian hati dalam tindakan nyata (Pelita Kalbu).
"Kita ingin mencetak lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tapi juga memiliki 'pelita' di hatinya. Melalui Pesantren Ekologi, mereka belajar bahwa menjaga kebersihan sekolah dan menanam pohon adalah bagian tak terpisahkan dari iman," ujarnya.
Berbeda dengan pesantren kilat konvensional, penutupan kali ini diwarnai dengan laporan hasil Aksi Ekologi Nyata. Beberapa pencapaian siswa selama kegiatan antara lain:
• Sedekah Pohon: Penanaman bibit pohon di area hijau sekolah sebagai simbol "Iman yang Tumbuh".
• Wakaf Al-Quran : pemberian al-quran kepada masjid sekitar
• Rantang Kanyaah : Kepedulian Murid dan Ptk terhapad anak yatim piatu dan keluarga yang tidak mampu di lingkungan smkn 12 garut.
Acara ditutup dengan doa Bersama, pemberian wakaf Al-quran dan Rantang kanyaah simbolis. Gema solawat yang melantun di akhir acara seolah menegaskan komitmen warga SMKN 12 Garut untuk terus membawa semangat Ramadan ke dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci berakhir.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, SMKN 12 Garut berharap para murid dapat menjadi agen perubahan yang membawa kesejukan bagi sesama dan kelestarian bagi semesta.
.png)



.png)
