Garut – Sejumlah nasabah Bank BJB Garut mengeluhkan adanya kendala pada rekening mereka dalam beberapa waktu terakhir. Para nasabah melaporkan bahwa setiap dana yang masuk ke rekening mereka, baik melalui transfer maupun setoran, secara otomatis langsung berstatus "terblokir" atau tidak dapat ditarik.
Fenomena ini memicu tanda tanya besar di kalangan pengguna jasa perbankan tersebut: apakah hal ini merupakan gangguan teknis pada sistem (error) atau ada implementasi kebijakan baru yang belum tersosialisasi dengan baik?
Berdasarkan pantauan langsung di bank BJB Garut, banyak nasabah yang mengaku terkejut saat mengecek saldo melalui aplikasi mobile banking. Saldo efektif yang tertera seringkali berbeda jauh dengan saldo masuk karena adanya pembekuan dana secara sistematis.
"Begitu ada transferan masuk, saldo langsung masuk ke bagian dana yang diblokir. Kami jadi tidak bisa bertransaksi untuk kebutuhan mendesak," ujar salah satu nasabah yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, terdapat dua spekulasi utama yang berkembang :
1. Gangguan Sistem: Adanya pemeliharaan server atau update sistem yang menyebabkan kesalahan pembacaan otomatis pada saldo masuk.
2. Kebijakan Saldo Minimum/Angsuran: Dugaan adanya kebijakan baru terkait pemotongan otomatis untuk kewajiban tertentu, saldo mengendap yang ditingkatkan, atau sinkronisasi data nasabah.
Pihak nasabah berharap manajemen Bank BJB Garut segera memberikan klarifikasi resmi guna menghindari kepanikan dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan bank pembangunan daerah tersebut.

.png)

.png)
