Sanggau, ungkapfakta.info-
Sorotan publik muncul terkait rencana pembelian 20.000 unit motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini dinilai menuai tanda tanya, terutama dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, menyampaikan bahwa pihak DPR akan meminta penjelasan langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. DPR mempertanyakan munculnya rencana pengadaan tersebut yang dinilai belum melalui pembahasan yang matang.
Selain itu, DPR juga menyoroti urgensi dan besarnya anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan motor listrik tersebut. Muncul pertanyaan apakah kebijakan ini benar-benar berdampak signifikan terhadap peningkatan gizi anak-anak.
Sejumlah pihak menilai, anggaran tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk sektor yang lebih mendesak, seperti program sekolah gratis, perbaikan gedung sekolah, maupun pembangunan infrastruktur jalan.
DPR pun menilai kebijakan ini kurang sejalan dengan semangat efisiensi anggaran negara. Oleh karena itu, mereka mengusulkan agar proyek pengadaan motor listrik tersebut ditinjau ulang, bahkan dibatalkan.
Di sisi lain, pihak BGN memiliki alasan tersendiri. Mereka menyebutkan bahwa motor listrik tersebut diperlukan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses, termasuk wilayah perdesaan yang jauh dari pusat kota. Kendaraan tersebut juga direncanakan untuk mendukung operasional tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN juga menegaskan bahwa pengadaan motor listrik ini hanya tercantum dalam anggaran tahun 2025 dan tidak akan dilanjutkan pada tahun 2026. Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa anggaran telah mengalami pemangkasan dan tidak ada tambahan alokasi untuk program tersebut.

.png)
.png)
