• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Tugu Liku Suak Kijing sejarah perjuangan Kian Memprihatinkan, Mauzan Pemuda Epil Soroti Minimnya Perhatian

    Kamis, 30 April 2026, April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-04-30T04:52:35Z
    masukkan script iklan disini




    Www.ungkapfakta.com Musi Banyuasin — Tugu Perjuangan Liku Suak Kijing yang terletak di Desa Epil, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Tugu yang menjadi simbol sejarah perjuangan masyarakat melawan penjajah Jepang tersebut terlihat usang, catnya memudar, dan lingkungan sekitarnya kurang terawat.


    Padahal, tugu ini memiliki nilai historis yang sangat penting bagi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Bumi Serasan Sekate. Di lokasi inilah pernah terjadi pertempuran sengit antara pejuang Indonesia dengan tentara Jepang pada September 1945. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan di daerah Musi Banyuasin.


    Pertempuran yang berlangsung dari sore hingga keesokan harinya itu mengakibatkan gugurnya sejumlah pejuang, di antaranya Ali, Leman, dan Sujak. Mereka merupakan putra daerah yang berjuang mempertahankan tanah air dari penjajahan. Tugu Liku Suak Sekijing kemudian dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pejuang tersebut, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi berikutnya.


    Namun, seiring berjalannya waktu, perhatian terhadap keberadaan tugu ini dinilai semakin berkurang. Kondisi fisik yang mulai rusak dan kurangnya perawatan membuat nilai sakral dan historisnya seolah memudar.


    Mauzan ketua DPD Generasi muda peduli tanah air(GEMPITA) Muba, pemuda asal Desa Epil, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai bahwa tugu ini seharusnya menjadi aset berharga yang dijaga dan dirawat dengan baik oleh semua pihak.


    “Kondisi tugu saat ini sangat disayangkan. Ini bukan hanya bangunan biasa, tetapi simbol perjuangan masyarakat kita dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kalau dibiarkan terus seperti ini, generasi muda bisa kehilangan jejak sejarahnya,” ujar Mauzan .


    Ia menambahkan bahwa minimnya perhatian terhadap situs bersejarah seperti ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah lokal. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret, seperti melakukan renovasi, perawatan rutin, hingga menjadikan kawasan tersebut sebagai situs edukasi sejarah.


    “Harapan kami, pemerintah bisa segera turun tangan. Setidaknya dilakukan perbaikan fisik, penataan lingkungan, serta pemasangan informasi sejarah agar masyarakat yang datang bisa memahami nilai perjuangan di tempat ini,” tambahnya.


    Selain berharap pada pemerintah, Mauzan juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan merawat keberadaan tugu tersebut. Ia menilai, rasa memiliki terhadap sejarah harus ditanamkan sejak dini agar warisan perjuangan tidak hilang ditelan zaman.


    “Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi. Ini sejarah kita, identitas kita. Jangan sampai tugu ini hanya jadi bangunan tua tanpa makna,” tegasnya.


    Dengan adanya perhatian dan kerja sama antara pemerintah , Tugu Liku Suak kijing di harapkan dapat kembali menjadi simbol perjuangan yang layak dikenang, dirawat, dan dibanggakan. Tidak hanya sebagai monumen, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran sejarah bagi generasi sekarang dan yang akan datang.


    Team

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e