Kalbar, Sanggau: Vidio Praktek penyimpangan BBM subsidi di SPBU Meliau Kabupaten Sanggau pada minggu sore (26/4) yang beredar luas dikalangan masyarakat menjadi pelajaran bagi Polres maupun Polsek setempat.
Kejadian dalam vidio amatir tersebut bermula saat seorang konsumen hendak mengisi bahan bakar minyak. Namun, meskipun stok BBM masih tersedia, pihak petugas SPBU, tidak memberikan pelayanan pengisian. Situasi ini memicu adu mulut hingga menarik perhatian warga sekitar dan menimbulkan keributan di lokasi.
Di tengah beredarnya video kejadian, tampak juga tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan praktik penjualan bahan bakar solar menggunakan drum dengan harga di atas ketentuan.
Percakapan itu terdengar, seseorang menawarkan pengisian solar dengan sistem antrean, dimulai sejak pukul 06.00 pagi, setelah pukul 10.00 antrean akan berganti. Harga solar Rp12.000 per liter untuk pembelian drum juga tercantum dipesan tersebut.
Pembeli diminta membawa drum dan kendaraan ke SPBU, serta menggunakan surat rekomendasi dari desa dengan mengirimkan nomor kendaraan dan jenis mobil untuk dibuatkan surat jalan.
" Ini bentuk penyimpangan BBM subsidi milik rakyat kere yang harus ditangkap dan diperiksa pihak Polres. Demi keuntungan pribadi, SPBU meliau berani melakukan pelanggaran hukum dengan menjual BBM jenis solar ke drum, " tegas warga Sanggau.
Masyarakat berharap kejadian ini segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serta gangguan pelayanan di kemudian hari, sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan yang berlaku.(007/D.Arifin)

.png)

.png)
