*Fokus Akses Dan Kompetensi Pencari Kerja, Progul 1.000 Lapangan Kerja Welly Parulian Mulai Berbuah*
*Pasaman, Ungkap Fakta.Info.
Harapan ribuan pencari kerja di Kabupaten Pasaman perlahan mulai menemukan titik terang. Program unggulan “1.000 (seribu) Lapangan Kerja” yang digagas Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian kini mulai menunjukkan arah nyata dalam upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pasaman.Kamis 21/5/2026
Berbagai upayapun dilakukan oleh dinas Koperasi UMKM Perdagangam dan Tenaga Kerja (KUPTK) Pasaman. 1000 (Seribu) lapangan kerja dalam program ini bukan semata-mata hitungan angka melainkan
untuk menggambarkan komitmen kuat yang menjadi skala prioritas
pemerintah daerah dalam sektor lapangan kerja.
Program ini sangat strategis untuk menciptakan berbagai peluang kerja produktif dan berkelanjutan melalui
identifikasi potensi lokal, penguatan UMKM, investasi daerah, pelatihan tenaga kerja dan penciptaan wirausaha baru yang ditujukan bagi angkatan kerja,
termasuk penyandang disabilitas, responsif gender dan kelompok rentan lainnya.
Program yang menjadi bagian dari visi “Pasaman Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan” itu bukan sekadar janji politik atau angka di atas kertas. Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan, target menciptakan 1.000 lapangan kerja merupakan agenda besar jangka menengah selama lima tahun kepemimpinan Welly–Parulian.
Memasuki tahun pertama pemerintahan, berbagai pondasi mulai dibangun. Fokus utama diarahkan pada penguatan sektor padat karya, peningkatan investasi daerah, hingga pengembangan kualitas calon tenaga kerja melalui pelatihan kompetensi dan keterampilan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja (KUPTK) Kabupaten Pasaman Ariswan menjelaskan, langkah awal ini menjadi fase penting untuk menciptakan ekosistem kerja yang berkelanjutan.
“Target 1.000 lapangan kerja tidak mungkin dicapai secara instan. Tahun pertama ini menjadi pondasi agar peluang kerja terus tumbuh dan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.
Berbagai program mulai dijalankan, mulai dari Petani Milenial, magang nasional dan luar negeri, hingga penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Pemkab juga mendorong sektor industri kecil menengah serta hilirisasi pangan yang diyakini mampu membuka peluang kerja baru di Pasaman.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pasaman Tahun 2025 mencapai 175.349 orang. Dari jumlah itu, sekitar 9.276 orang masih berada dalam kategori pengangguran, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,29 persen.
Angka tersebut menjadi tantangan serius yang kini coba dijawab melalui berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah yang dikombinasi dengan kondisi riil masyarakat para pencari kerja.
Meski demikian, Pemkab Pasaman tetap realistis. Tantangan dunia kerja dinilai semakin kompleks, terutama meningkatnya pekerja informal dan kebutuhan industri modern yang terus berubah.
Karena itu, Dinas KUPTK kini memperkuat pelatihan vokasi dan sertifikasi keterampilan agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan siap masuk ke dunia kerja.
Tidak hanya itu, kerja sama dengan sektor swasta juga terus diperluas untuk membuka akses penyaluran tenaga kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja terpadu.
Langkah ini dinilai bukan hanya sekadar menambah jumlah tenaga kerja, tetapi juga membangun generasi produktif yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, program 1.000 lapangan kerja menjadi secercah harapan baru bahwa pemerintah hadir dan serius membuka jalan masa depan yang lebih baik bagi warga Pasaman.(Joni Satri).
.png)

.png)
