Pemalang. ungkapfakta.info -Lima warga Desa Randudongkal yang terlantar di pulau Kalimantan akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga, kelima warga tersebut sebelumnya diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja bermodus gaji besar di sebuah sektor tambang emas di Pulau Kalimantan.
Kepulangan para korban ini tidak lepas dari aksi kemanusiaan sosok pemuda peduli, Walis Erlangga Firera, yang akrab disapa Angga. Sebagai bentuk rasa syukur, kelima korban menyambangi kediaman Angga hari ini untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rasa terima kasih secara langsung atas bantuan yang telah mereka terima.
Salah satu korban, Agus yang akrab disapa Lele, membeberkan kisah pilu yang dialaminya bersama rekan-rekan. Ia menceritakan bahwa petaka ini bermula saat seorang mandor menawarkan pekerjaan di sebuah sektor tambang emas di Kalimantan dengan janji bagi hasil yang sangat menggiurkan.
”Awalnya saya ditawari teman untuk kerja di tambang emas dengan sistem upah 30/70 persen. Skemanya, 30 persen untuk pekerja dan 70 persen untuk perusahaan. Tapi kenyataannya, kami sama sekali tidak diberi upah walaupun sudah bekerja keras selama satu bulan penuh,” ungkap Lele dengan nada kecewa.
Lele menambahkan, awalnya ada tujuh orang dalam rombongan mereka yang berangkat bersama menuju Kalimantan. Namun, akibat situasi pelik dan tekanan ekonomi di perantauan, kelompok mereka terpecah. Dua orang di antaranya memilih memisahkan diri ke Pontianak guna mencari pekerjaan lain sebagai batu loncatan demi bertahan hidup dan mengumpulkan ongkos pulang.
Sementara itu, Lele bersama empat rekan lainnya memilih mengambil langkah nekat untuk menyelamatkan diri dari lokasi kerja.
“Saya bersama lima teman lainnya memilih kabur dari lokasi kerja. Kami terpaksa berjalan kaki menyusuri jalanan sampai ke pelabuhan selama tiga hari tiga malam,” ungkapnya
Di sisi lain, Walis Erlangga Firera menjelaskan bagaimana awal mula dirinya bisa terlibat dalam misi penyelamatan warga Randudongkal tersebut. Angga mengaku awalnya menerima panggilan telepon dari nomor asing yang tidak dikenal.
”Ya awalnya saya nggak tahu, ada nomor baru masuk. Setelah diangkat dan Agus Lele menjelaskan kondisi mereka yang terlantar, saya langsung berupaya mencari jalan keluar. Akhirnya saya menghubungi beberapa teman saya, salah satunya Mas Hendra dari Walangsanga. Alhamdulillah, setelah berkoordinasi, kami bisa langsung mentransfer sejumlah dana untuk membantu biaya logistik dan tiket kepulangan mereka,” terang Angga.
Atas kejadian yang menimpa warganya, Angga mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Pemalang, agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar daerah yang menjanjikan penghasilan fantastis secara instan.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar selalu jeli dan mengecek legalitas serta rekam jejak perusahaan jika ada tawaran pekerjaan. Jangan langsung tergiur gaji besar. Langkah preventif ini penting supaya kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” pungkasnya.
Dengan kejadian tersebut menjadi pelajaran pentingnya selalu waspada dan kehati-hatian dalam menentukan langkah ajakan bekerja oleh orang-orang yang dikenal ataupun belum dikenal, tidak ada salahnya untuk mencari informasi tentang pekerjaan yang di tawarkan, mengingat saat ini banyak modus pekerjaan dengan diiming-imingi gaji besar oleh oknum hanya untuk meraup keuntungan pribadi atau sebuah penipuan semata.** red (ATK)
.png)


.png)
