Parigi Moutong — Kisah pilu datang dari seorang warga lanjut usia bernama Nenek Temu yang tinggal di Desa Tomini, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong. Sudah puluhan tahun ia menetap di desa tersebut, namun hingga kini belum pernah merasakan bantuan perumahan dari pemerintah.
Dalam kesehariannya, Nenek Temu harus bertahan di rumah yang kondisinya memprihatinkan. Bangunan tersebut terlihat tua dengan tembok yang mulai retak di beberapa bagian. Tidak hanya itu, bagian dapur rumahnya tampak bolong dan hanya ditutupi dengan dinding kayu seadanya.
Menurut penuturan Nenek Temu, aparat desa sebenarnya telah beberapa kali datang untuk melakukan pendataan terkait bantuan rumah. Namun hingga saat ini, bantuan yang diharapkan tak kunjung terealisasi.
“Saya sudah beberapa kali didata, tapi sampai sekarang belum ada bantuan. Hanya bisa berharap saja,” ungkapnya dengan nada sedih.
Ia juga mengaku merasa heran, karena di dusun yang sama, bahkan rumah tetangganya sudah mendapatkan bantuan perumahan dari pemerintah. Hal tersebut membuatnya semakin berharap agar dirinya juga bisa diperhatikan.
“Di sebelah rumah saya sudah dapat bantuan, kenapa saya yang sudah puluhan tahun di sini belum dapat,” tambahnya.
Melalui kesempatan ini, Nenek Temu berharap perhatian dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, khususnya kepada Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, agar kiranya di tahun 2026 ini ia dapat memperoleh bantuan rumah layak huni.
Kisah Nenek Temu menjadi gambaran bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian serius, terutama dalam hal tempat tinggal yang layak. Diharapkan pemerintah terkait dapat segera menindaklanjuti kondisi tersebut agar Nenek Temu bisa hidup lebih aman dan nyaman di usia senjanya.


.png)

.png)

