Sulawesi Tengah. Ungkapfakta
Badan Pengurus Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (BPAKPSI) melakukan audiensi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) guna memperkuat sinergi antara daerah penghasil sawit dan pemerintah dalam mendukung transisi energi nasional. 2/06/2026
Bupati Buol Risharyudi Triwibowo bersama BPAKPSI, Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor sebagai Ketua Umum dan Bupati Morowali Utata Delis Julkarson Hehi sebagai Ketua Harian, Bupati Seruyan, Bupati Dharmasraya yang tergabung dalam asosiasi ini melakukan audiensi dengan DEN,
Agenda pertemuan terkait kebijakan nasional mandatori biofuel B50 di Indonesia yang secara resmi diberlakukan mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini yaitu campuran dari \(50\%\) biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (CPO) dan \(50\%\) solar fosil, menjadikan Indonesia negara pelopor pertama di dunia yang menggunakan campuran bahan bakar nabati dengan persentase setinggi ini.
Mandatori biofuel B50 akan berdampak pada :
1. Kemandirian Energi, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional.
2. Penyerapan CPO, menyerap produksi minyak sawit mentah dalam negeri secara masif, yang diperkirakan mencapai sekitar 19 juta ton CPO per tahun.
Pertemuan ini sekaligus untuk memperkuat posisi Kabupaten penghasil sawit untuk melaksanakan 6 Panduan Program Kerja AKPSI yang mencakup enam bidang strategis, yaitu :
1. Advokasi kebijakan publik,
2. Penguatan ekonomi daerah dan hilirisasi,
3. Pemberdayaan petani,
4. Tata kelola lingkungan,
5. Perluasan kemitraan dan diplomasi sawit, serta
6. Komunikasi publik berbasis data.
Implementasi dilakukan bertahap selama lima tahun, mulai dari konsolidasi internal hingga penyusunan laporan capaian nasional.
"Aplikasi terkait Mandatori biofuel B50 korelasinya dengan 6 Panduan Program Kerja AKPSI di Kabupaten Buol sangat dibutuhkan, mengingat bahwa luasan area sawit di daerah kami yang berada di atas 50.000 (lima puluh ribu) hektar yang terdiri dari lahan-lahan petani mandiri, petani plasma dan perusahaan (HGU), kita semua dan kami mau terkait persawitan di Buol ini akan menuju win win solusi : daerah untung, petani untung, perusahaan untung, alam terjaga dan negara berdaya" kata Bowo Timumun panggilan akrab Bupati Buol.
Audiensi ini juga mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan sektor kelapa sawit tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung transformasi dan kemandirian energi Indonesia di masa depan.**
.png)

.png)
