Sulawesi Tengah. Ungkapfakta
Wakil Bupati Buol, Sulawesi Tengah. Secara resmi membuka Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Tingkat Kabupaten Buol Tahun 2026, sebuah forum yang mempertemukan ratusan guru, kepala sekolah, pengawas, serta praktisi pendidikan dari berbagai jenjang di Kabupaten Buol. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi praktik baik, inovasi pembelajaran, serta memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 20/06/2026
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan salam kebangsaan lintas agama dan menyapa seluruh tamu undangan yang hadir, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, jajaran Ikatan Guru Indonesia (IGI), para narasumber, kepala sekolah, serta para guru yang menjadi peserta Temu Pendidik Nusantara XIII.
Wakil Bupati menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kualitas manusia yang dibentuk melalui dunia pendidikan.
Dalam pemaparannya, ia mengibaratkan perjuangan guru seperti sebuah tim sepak bola yang membutuhkan strategi, kedisiplinan, kerja keras, dan kolaborasi untuk meraih kemenangan. Bedanya, apabila pemain sepak bola berjuang memperebutkan trofi, maka guru berjuang menyiapkan masa depan bangsa melalui pendidikan.
"Para guru adalah garda terdepan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Di tangan para gurulah lahir generasi yang cerdas, berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman," ujar Wakil Bupati.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang dimulai dari ruang-ruang kelas. Jalan, jembatan, dan gedung memang menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, namun kualitas manusia tetap menjadi fondasi utama yang menentukan arah kemajuan dan peradaban suatu bangsa.
Wakil Bupati juga mengaitkan pesan tersebut dengan tema Temu Pendidik Nusantara XIII, "Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia". Menurutnya, tema ini mengandung makna bahwa membangun masa depan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan melalui gerakan bersama yang dimulai dari desa, lingkungan sekitar, hingga sekolah-sekolah, sehingga mampu melahirkan dampak yang lebih luas.
"Kita ingin anak-anak Buol mampu bersaing dengan siapa pun. Kita ingin mereka berani bermimpi setinggi langit. Kita ingin mereka menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, berdaya saing, dan mampu menjadi warga dunia tanpa kehilangan jati diri sebagai anak daerah dan anak bangsa," tegasnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital, Wakil Bupati mengingatkan bahwa guru tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Sebaliknya, guru harus menjadi pelopor inovasi, pembelajar sepanjang hayat, serta mampu membimbing peserta didik menghadapi tantangan masa depan.
Ia berharap Temu Pendidik Nusantara XIII menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan baru, inovasi pembelajaran, serta kolaborasi yang mampu memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Buol.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Buol beserta seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang memerdekakan, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.
Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Buol dalam sambutannya menegaskan bahwa IGI merupakan organisasi profesi yang berkomitmen penuh dalam meningkatkan kompetensi guru tanpa membedakan latar belakang maupun institusi tempat mengajar.
Ia menjelaskan, sejak awal IGI Buol telah membangun sinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Buol agar seluruh guru, baik di bawah naungan pemerintah daerah maupun Kementerian Agama, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi.
"Sejak awal kami berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Buol supaya guru-guru kita di Buol ini jangan ada dinding terkait peningkatan kompetensi. Kami hadir semata-mata untuk peningkatan kompetensi guru, tidak ada yang lain," ujar Ketua IGI.
Menurutnya, peningkatan kualitas guru merupakan kunci dalam menciptakan pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, kolaborasi antarlembaga dan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas pendidik di Kabupaten Buol.
Melalui penyelenggaraan Temu Pendidik Nusantara XIII, diharapkan lahir berbagai inovasi, praktik baik, dan semangat kolaborasi yang semakin memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Buol, sekaligus melahirkan generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan jati diri daerah.
.png)

.png)
