Meriahkan HUT RI ke-81, Murid SMKN 12 Garut Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Kincir Angin
UngkapFakta | GARUT — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di SMKN 12 Garut tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan perayaan. Para murid juga menunjukkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi kincir angin.
Karya tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas murid dalam mengubah barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi produk yang memiliki fungsi sekaligus nilai edukatif. Limbah plastik yang dikumpulkan kemudian dimanfaatkan sebagai bagian dari pembuatan kincir angin dengan sentuhan kreativitas para murid.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa peringatan HUT RI bukan sekadar kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui karya, inovasi, kepedulian lingkungan, dan kemampuan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Pemanfaatan limbah plastik menjadi kincir angin juga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi murid. Mereka tidak hanya belajar mengenai kreativitas dan keterampilan, tetapi juga memahami pentingnya mengurangi limbah serta mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kepala SMKN 12 Garut, Heryatno, S.Pd., MM., M.Si., MCE., mengapresiasi kreativitas para murid. Menurutnya, momentum HUT RI ke-81 harus menjadi kesempatan untuk mendorong peserta didik agar terus berkarya dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
"Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata. Anak-anak kita harus berani berinovasi, kreatif, dan mampu melihat limbah sebagai sesuatu yang masih bisa dimanfaatkan," ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Komite SMKN 12 Garut, H. Apip Saepul Bahri, S.Pd., MM. Ia menilai kreativitas murid dalam memanfaatkan limbah plastik menjadi kincir angin merupakan langkah positif yang patut didukung.
"Kami sangat mengapresiasi kreativitas dan semangat para murid. Ini menunjukkan bahwa anak-anak SMKN 12 Garut tidak hanya mampu belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya.
Menurut H. Apip, dukungan dari sekolah, komite, guru, dan seluruh warga sekolah sangat penting agar kreativitas peserta didik terus berkembang. Karya sederhana dari limbah plastik tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk berani berinovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Saat wartawan UngkapFakta melakukan investigasi ke SMKN 12 Garut, bertemu dengan satu tim manajamen SMKN 12 Garut, H. Yadi Saepul Qadar, S.Pd., M.Pd., MCE., kami bangga dengan karya inovasi murid-murid yang memanfaatkan momentum HUT RI ke-81 dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi karya Kincir Angin.
Menurut Yadi, Karya inovasi anak harus mendapatkan penghargaan bagi anak yang memiliki karya lebih dari murid yang lain, dengan nada lirih kepada Wartawan UngkapFakta celotehnya saya teringat waktu kecil kurang bahagia, sambil tersipu malu.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter peserta didik yang unggul, kompeten, dan berkarakter. Kreativitas murid tidak hanya ditampilkan sebagai bagian dari perayaan HUT RI, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang mengasah keterampilan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kincir angin dari limbah plastik tersebut pun menjadi simbol sederhana bahwa barang bekas dapat memiliki nilai ketika berada di tangan generasi muda yang kreatif.
Dari limbah menjadi karya, dari kreativitas menjadi prestasi. Semangat itulah yang turut mewarnai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di SMKN 12 Garut.
.png)


.png)

