Jakarta – Morpheus Muda Indonesia mengapresiasi langkah tegas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari upaya memastikan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional.
Ketua Umum Morpheus Muda Indonesia, Rizky Abdul Rojak, menilai bahwa evaluasi yang dilakukan Presiden merupakan bentuk kepemimpinan yang responsif terhadap berbagai dinamika dan tantangan yang muncul dalam implementasi program di lapangan.
"Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang sangat baik karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, evaluasi terhadap Badan Gizi Nasional merupakan langkah yang tepat agar pelaksanaan program semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai persoalan yang muncul di lapangan," ujar Rizky Abdul Rojak.
Menurut Rizky, selain memastikan kualitas pelayanan dan distribusi program MBG, pemerintah juga perlu memperhatikan aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini diharapkan menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.
Morpheus Muda Indonesia mencatat bahwa hingga saat ini masih banyak pelaku UMKM di berbagai daerah yang belum mendapatkan akses maupun kesempatan yang memadai untuk menjadi pemasok atau supplier dalam program MBG. Akibatnya, manfaat ekonomi yang seharusnya dapat dirasakan oleh pelaku usaha lokal belum sepenuhnya terwujud.
"Kami menitipkan pesan kepada Kepala Badan Gizi Nasional yang baru agar memperluas akses keterlibatan UMKM daerah dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis. Jangan sampai program yang dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional justru belum memberikan dampak optimal terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan di daerah," tegasnya.
Rizky menjelaskan bahwa banyak UMKM yang memiliki kapasitas produksi, kualitas produk, serta komitmen yang baik, namun terkendala oleh minimnya informasi, prosedur yang belum dipahami, maupun keterbatasan akses terhadap jaringan pengadaan yang dibutuhkan dalam program MBG.
Oleh karena itu, Morpheus Muda Indonesia mendorong Badan Gizi Nasional untuk membangun sistem yang lebih inklusif melalui pendataan UMKM lokal, penyederhanaan mekanisme kemitraan, pendampingan administratif, serta transparansi dalam proses penunjukan dan pengadaan supplier program MBG.
"Kami berharap ke depan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya sukses dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM secara luas dan berkeadilan. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara berlapis, baik dari sisi kesehatan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Sebagai organisasi kepemudaan yang fokus pada pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan generasi muda, Morpheus Muda Indonesia menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal implementasi program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi nasional.

.png)

.png)
