![]() |
| Hasil Konsolidasi Nasional, PP SEMMI Pilih Jalan Policy Advocacy Movement dalam Menyampaikan Tuntutan dan Aspirasi |
Jakarta.- Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan policy advocacy movement sebagai strategi utama dalam menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah. Sikap tersebut merupakan hasil dari Konsolidasi Nasional PP SEMMI yang melibatkan jajaran pengurus pusat, koordinator wilayah, dan pengurus daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sekretaris Jenderal PP SEMMI, Rizky Abdul Rojak, menjelaskan bahwa dinamika nasional saat ini membutuhkan gerakan mahasiswa yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif, berbasis data, dan mampu memberikan rekomendasi kebijakan yang konkret.
“PP SEMMI memandang bahwa tantangan bangsa hari ini tidak cukup direspons dengan sekadar kritik tanpa arah. Oleh karena itu, hasil Konsolidasi Nasional menetapkan *policy advocacy movement* sebagai jalan perjuangan organisasi dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara terukur, argumentatif, dan berdampak terhadap perbaikan kebijakan publik,” ujar Rizky.
Menurutnya, pendekatan advokasi kebijakan dipilih sebagai bentuk transformasi gerakan mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui pendekatan ini, SEMMI akan memperkuat kajian strategis, riset kebijakan, dialog dengan pemangku kepentingan, serta pengawalan terhadap implementasi kebijakan pemerintah di berbagai sektor.
Rizky menegaskan bahwa SEMMI tetap menjaga independensi dan posisi kritisnya sebagai organisasi mahasiswa. Namun, kritik yang disampaikan akan selalu diiringi dengan usulan kebijakan yang konstruktif dan berbasis kepentingan rakyat.
“Kami tidak ingin terjebak pada gerakan yang bersifat reaktif dan seremonial. SEMMI ingin memastikan bahwa setiap tuntutan yang disampaikan memiliki dasar akademik, peta jalan advokasi, serta alternatif solusi yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah,” lanjutnya.
Hasil Konsolidasi Nasional juga menghasilkan sejumlah isu prioritas yang akan menjadi fokus advokasi PP SEMMI, antara lain penguatan tata kelola anggaran negara, peningkatan kualitas pendidikan, penciptaan lapangan kerja, penguatan ketahanan pangan dan energi, reformasi birokrasi, serta pengawasan terhadap kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam waktu dekat, PP SEMMI akan menyusun naskah kebijakan ( policy paper ), rekomendasi strategis, dan agenda audiensi dengan kementerian maupun lembaga terkait sebagai tindak lanjut dari hasil konsolidasi tersebut.
“Gerakan mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan proses pengambilan kebijakan. Kami percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi, kajian yang kuat, dan advokasi yang konsisten,” tutup Rizky.
Melalui pendekatan policy advocacy movement, PP SEMMI berharap dapat memperkuat peran organisasi sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus menjadi kekuatan intelektual yang berkontribusi dalam mewujudkan kebijakan publik yang adil, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
.png)

.png)
