• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Krisis Air Ancam Ribuan Warga Ngawi Saat Kemarau Panjang

    Sabtu, 20 Juni 2026, Juni 20, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T02:34:43Z
    masukkan script iklan disini



    Ngawi, ungkapfakta.info

    Lebih dari 3.000 warga yang tersebar di 11 desa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terancam mengalami krisis air bersih pada musim kemarau panjang 2026. 

    Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, mengatakan potensi kemarau di wilayah Kabupaten Ngawi pada tahun ini diprediksi akan lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan Monsun Australia diperkirakan semakin menguat dalam beberapa hari ke depan dan membawa massa udara kering dari Benua Australia ke wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa Timur.

    Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan angin timuran semakin dominan, kelembapan udara menurun, serta peluang hujan semakin kecil. Di sisi lain, fenomena El Nino lemah di Samudra Pasifik diperkirakan turut memperkuat penurunan curah hujan sehingga musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih kering dibanding kondisi normal.

    "Berdasar rilis BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk demikian, hasil pemetaan kami ada 11 dusun di 11 desa pada 5 kecamatan di Kabupaten Ngawi yang terancam krisis air," ujarnya, Kamis (18/6/2026).

    Ia merinci, Kecamatan Pitu, Sine, Bringin, Kasreman, dan Ngawi menjadi daerah yang diprediksi akan mengalami kekeringan. Di 5 kecamatan tersebut, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) atau 192 jiwa di Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu. Di Desa Jagir, Kecamatan Sine, jumlah warga terdampak mencapai 150 KK atau sekitar 800 jiwa.

    Desa Suruh di Kecamatan Bringin terdapat 108 KK atau 287 jiwa terdampak. Di Desa Kenongorejo sebanyak 72 KK atau 237 jiwa, Desa Ngrejo 92 KK atau 170 jiwa, Desa Poncol 78 KK atau 347 jiwa, serta Desa Gunungsari sebanyak 84 KK atau 390 jiwa.

    Adapun wilayah lain yang diprediksi terdampak yakni Desa Ngancar sebanyak 56 KK atau 239 jiwa, Desa Ngawi Purba 64 KK atau 242 jiwa, Desa Papungan 78 KK atau 342 jiwa, serta Desa Sumberbening sebanyak 108 KK atau 289 jiwa.

    "Tiga truk water supply telah kami siagakan untuk antisipasi kekeringan, selain truk kami juga menyiapkan tandon, jeriken, dan terpal guna mendukung distribusi air bersih ke wilayah terdampak," jelasnya.

    Partoyo menjelaskan, pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan Perum Perhutani untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat saat musim kemarau mendatang. Iapun mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

    "Perhutani juga sudah membuat sekat bakar sepanjang puluhan kilometer. Personel Perhutani bekerja sama dengan masyarakat sekitar melalui kelompok masyarakat peduli api untuk menjaga kawasan hutan," pungkasnya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e