![]() |
| Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melalui UPTD Sumber Daya Air (SDA) Wilayah 6. |
Kabupaten Tangerang – Upaya mengatasi potensi banjir akibat meluapnya Saluran Kalimati Ciasin terus dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melalui UPTD Sumber Daya Air (SDA) Wilayah 6. Kegiatan normalisasi dan pengerukan sedimentasi kini tengah dikebut di Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, guna memperlancar aliran air serta mencegah genangan yang kerap mengancam permukiman warga Desa Laksana dan sekitarnya.
Pekerjaan yang berlangsung meliputi pengerukan lumpur hasil sedimentasi sekaligus pengangkutan tumpukan sampah yang mengendap di dalam saluran. Pendangkalan dan penyumbatan akibat kedua faktor tersebut dinilai menjadi penyebab utama berkurangnya daya tampung air, terutama saat curah hujan dalam intensitas tinggi turun. Proses normalisasi dilaksanakan menggunakan alat berat berupa ekskavator amfibi.
Kegiatan di lapangan diawasi secara teknis oleh Koordinator Lapangan Heryana Saputra, didampingi Manteri Operasional Fajar Harizal, serta pengawas lapangan Feri Kurniawan dan Agus Setiawan.
Kepala UPTD SDA Wilayah 6, H. Suhanda, menjelaskan pekerjaan ini mencakup panjang saluran sekitar 500 meter dengan lebar rata-rata lima meter.
“Saluran Kalimati Ciasin mengalami pendangkalan akibat lapisan lumpur yang cukup tebal. Selain itu, banyak sampah rumah tangga yang masuk dan menumpuk, sehingga menghambat kelancaran aliran air,” ungkapnya pada Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, pengerukan bertujuan mengembalikan fungsi saluran agar dapat mengalirkan air secara optimal dan meningkatkan kapasitas tampung menjelang musim penghujan.
“Material lumpur yang diangkat tidak dibuang sembarangan, melainkan dimanfaatkan untuk membangun tanggul di sisi kiri dan kanan saluran. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko luapan air yang kerap mengganggu kawasan pergudangan Kali Baru maupun permukiman warga Desa Laksana,” tambah H. Suhanda.
Saluran Kalimati Ciasin sendiri merupakan jalur pembuangan air yang strategis di wilayah Pakuhaji. Tanpa perawatan dan pengerukan secara berkala, penumpukan sedimentasi serta sampah berpotensi memperparah risiko banjir yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu aktivitas ekonomi setempat.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menghimbau seluruh warga agar tidak membuang sampah ke saluran air. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama menjaga fungsi sistem drainase dan menekan risiko genangan di lingkungan permukiman.
Dengan selesainya pekerjaan ini, diharapkan aliran air kembali lancar, kapasitas saluran meningkat, serta ancaman banjir yang selama ini mengkhawatirkan warga dapat ditekan secara signifikan.
.png)

.png)
