CIREBON – Pembangunan jembatan gantung di RT 02 RW 02 Blok Cempaka, Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, dipastikan terus berjalan. Pihak pemerintah desa (Pemdes) dan pelaksana proyek membantah keras narasi yang menyebutkan bahwa proyek infrastruktur tersebut terbengkalai atau mangkrak.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (6/6/2026) pagi, sejumlah pekerja tampak sibuk merakit tali baja (sling) jembatan gantung yang akan dipasang.
Jembatan ini direncanakan memiliki panjang sekitar 45 meter untuk membentang di atas sungai selebar 35 meter.
Proyek strategis ini didanai oleh Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sebesar Rp 800.000.000, serta memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kerja.
Kuwu (Kepala Desa) Cempaka, Adam, menegaskan bahwa tidak adanya aktivitas masif di lokasi bukan berarti proyek dihentikan. Melainkan, proses pengerjaan struktur utama dialihkan ke bengkel kerja (workshop) di luar lokasi untuk proses penyetelan (set up).
"Lagi dikerjakan. Karena pekerjaan untuk penyetelan dilakukan di workshop, bukan di lokasi pembangunan jembatan gantung," ujar Adam saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Adam menjelaskan bahwa proses penyetelan rangka jembatan di bengkel kerja tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu. Selain faktor teknis pabrikasi, kondisi cuaca ekstrem di lapangan juga sempat menjadi kendala utama yang menghambat aktivitas fisik di area sungai.
"Semoga pembangunan jembatan ini bisa terlaksana dengan baik. Memang karena kondisi di lapangan sedang musim hujan dan banjir, (pekerjaan) sempat berhenti," tambahnya.
Keberadaan jembatan gantung ini dinilai sangat krusial bagi mobilitas warga setempat. Jika sudah rampung, jembatan ini akan menjadi akses utama yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Cempaka dan Desa Kejuden.
Menurut Adam, tanpa adanya jembatan ini, aktivitas perekonomian dan mobilitas warga sehari-hari menjadi sangat terhambat. Warga terpaksa harus memutar jalur dengan jarak yang cukup jauh untuk menuju desa tetangga.
"Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat yang melintasi jembatan tersebut. Jembatan ini sangat penting. Kalau tidak ada jembatan, masyarakat harus memutar jauh," tutur Adam penuh harap.
Senada dengan Kuwu Adam, pelaksana kegiatan pembangunan, Baroji, juga meluruskan simpang siur informasi di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa saat ini material proyek sudah siap dan tinggal memasuki tahap perakitan akhir.
"Kegiatan di lapangan mandek karena lagi ngerjain konstruksi di bengkel. Bahan material sudah pada datang, tinggal ngeset (merakit). Nanti tinggal pemasangan di lapangan bersamaan dengan pembongkaran jembatan lama," jelas Baroji melalui pesan singkat WhatsApp.
Ketika disinggung mengenai dinamika sosial atau isu administrasi yang berkembang di tingkat desa, Baroji enggan berkomentar lebih jauh. Ia memilih menutup telinga dan fokus pada tanggung jawab teknis agar proyek selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik.
"Biarin saja, itu tugasnya Pak Kuwu. Saya sih cuma pelaksana, takut salah ngomong. Yang penting tugas saya sebagai pelaksana menyelesaikan pekerjaan sampai selesai, dan hasilnya maksimal," tegasnya.
Berdasarkan dokumen kontrak Banprov, proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari kerja. Pihak Pemdes mengimbau warga untuk tetap bersabar, mengingat seluruh proses pengerjaan berjalan sesuai dengan regulasi dan kontrak yang berlaku.
.png)

.png)
