Ungkapfakta.info, Asahan
Asahan Aktivitas pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen dalam jumlah besar di SPBU 14212261 Desa Pakan raya kec Medang deras Kab Batu Bara menuai sorotan publik.
Pembelian BBM yang diduga bersubsidi tersebut dikhawatirkan berpotensi disalahgunakan di tengah maraknya praktik pelansiran BBM.
Pihak pengelola SPBU 14212261 desa pakan raya Kec Medang deras Kab Batu bara menegaskan bahwa seluruh proses pengisian telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Administrasi SPBU 14212261 desa pakan raya kec Medang deras Kab Batu bara menjelaskan bahwa pengisian BBM menggunakan jerigen hanya dapat dilakukan jika disertai rekomendasi resmi dari dinas terkait.
“Untuk nelayan, dari Dinas Perikanan, sedangkan petani dari Dinas Pertanian. surat rekomendasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, SPBU 14212261 desa pakan raya kec Medang deras kan asahan memang menjadi salah satu titik pengambilan BBM subsidi jenis Solar bagi nelayan.
Seluruh pengisian, kata dia, telah melalui verifikasi dokumen seperti barcode, surat rekomendasi, hingga surat kuasa jika pengambilan diwakilkan
Jelas pihak SPBU desa.pekan raya kec. medang deras Kab. batu bara telah melanggar larangan yg di atur pihak Pertamina bahwa pengisian BBM menggunakan jerigen hanya diperbolehkan untuk jenis BBM non subsidi. Artinya, pengisian BBM menggunakan jerigen tidak berlaku untuk bahan bakar bersubsidi yang penyalurannya memang dibatasi oleh pemerintah
Jenis BBM non subsidi yang dapat diisi menggunakan jerigen antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Produk BBM non subsidi tersebut merupakan bahan bakar yang tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga memiliki aturan distribusi yang lebih fleksibel.
Selain itu, Pertamina juga menetapkan standar keselamatan bagi masyarakat yang ingin mengisi BBM menggunakan jerigen di SPBU. Untuk jenis bensin seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, jerigen yang digunakan harus berbahan logam dan memenuhi standar HSSE atau Health, Safety, Security, and Environment.
Sementara untuk jenis BBM solar non subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex, jerigen yang diperbolehkan dapat menggunakan bahan logam atau plastik HDPE. Standar ini diberlakukan untuk mengurangi potensi bahaya saat pengisian BBM menggunakan jerigen di area SPBU.
Meski demikian, kekhawatiran masyarakat tetap mencuat. Warga menilai perlu adanya transparansi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi, khususnya terkait volume pembelian dan frekuensi pengisian oleh penerima manfaat.
Salah seorang warga. mempertanyakan mekanisme pengawasan yang diterapkan. Menurutnya, ketidakjelasan batas pembelian serta SPBU yang ditunjuk membuka peluang penyalahgunaan.
Bagaimana pengawasannya, berapa batas pembelian dalam seminggu, apakah bisa setiap hari, dan di SPBU mana saja yang diperbolehkan—itu tidak jelas. Bisa saja ada kelebihan yang kemudian dijual kembali,
Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta pihak Pertamina dapat memperkuat sistem pengawasan dan memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran, khususnya bagi nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil yang berhak menerima.(*)
Wk. SH
.png)
.png)
