Hampir Ditusuk Golok, Operator SPBU Gunung Sangkaran Nyaris Jadi Korban Amukan Pengendara
Way Kanan – Ungkap fakta info:,Ketegangan akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Way Kanan memuncak di SPBU Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu. Seorang operator SPBU nyaris menjadi korban penikaman dengan senjata tajam, setelah terjadi perselisihan dengan salah satu pengendara yang sedang mengantre.Selasa(28/07/26).
Peristiwa bermula saat pengendara berinisial H sedang mengisi bahan bakar. Posisi kendaraannya dinilai menghalangi jalur petugas, sehingga operator meminta H untuk memajukan sepeda motornya sejenak. Belum sempat permasalahan kecil itu diselesaikan dengan pembicaraan baik-baik, keduanya terlibat cekcok yang memanas.
Dalam kondisi emosi yang meluap, H tiba-tiba menghunus sebilah golok dan mengarahkannya ke operator, nyaris mengenai tubuh petugas. Kejadian mengerikan itu disaksikan langsung warga yang sedang mengantre. Dengan sigap, beberapa orang segera melerai keduanya agar pertikaian tidak berlanjut hingga menimbulkan korban jiwa.
Pihak pengelola SPBU segera melaporkan insiden ini ke jajaran Polres Way Kanan guna ditindaklanjuti secara hukum dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Tindakan membawa hingga menghunuskan senjata tajam di tempat umum merupakan pelanggaran hukum yang serius. Berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat (1), setiap orang dilarang membawa, memiliki, atau menggunakan senjata tajam tanpa hak yang sah di ruang publik. Pelanggar ketentuan ini terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun.
Pengecualian hanya berlaku bagi penggunaan alat tajam untuk keperluan pekerjaan yang sah dan wajar, seperti petani membawa sabit atau peralatan dapur, yang pun tetap harus mematuhi aturan dan norma kesopanan yang berlaku.
Polisi mengingatkan masyarakat bahwa membawa senjata tajam tanpa alasan yang sah adalah perbuatan yang mengancam keamanan dan ketertiban bersama. Situasi kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang memang menguji kesabaran, namun emosi yang tidak terkendali apalagi disertai senjata tajam dapat berakibat fatal dan menjerat pelaku ke dalam jerat hukum yang berat.
Rev/RUSDI.
.png)

.png)
