PADANG PARIAMAN — Pemilihan kepala daerah 2029 memang masih cukup jauh. Namun, dinamika politik di Ranah Piaman membuat sejumlah nama mulai menjadi bahan perbincangan publik sebagai figur potensial untuk memimpin Kabupaten Padang Pariaman pada periode berikutnya.
Sejumlah tokoh yang disebut-sebut antara lain Suhatri Bur, John Kenedy Azis, Rahmat Hidayat, Adrian Adek, Asmadi, Irwan Sikumbang, Aprinaldi, dan Arisal Aziz.
Tentu, daftar tersebut belum merupakan daftar calon resmi. Ini lebih tepat dibaca sebagai pemetaan awal berdasarkan nama-nama yang mulai diperbincangkan. Peta politik 2029 masih sangat mungkin berubah.
1. SUHATRI BUR — PENGALAMAN DAN BASIS POLITIK
Nama Suhatri Bur tidak bisa begitu saja dihapus dari peta politik Padang Pariaman.
Ia pernah memimpin Padang Pariaman pada periode 2021–2025 dan menjadi salah satu kandidat dalam Pilkada 2024. Dalam kontestasi tersebut, pasangan JKA–Rahmat memenangkan pemilihan dengan perolehan suara lebih tinggi daripada pasangan Suhatri Bur–Yosdianto. (Padang Pariaman Kabupaten)
Jika kembali maju, pengalaman sebagai mantan bupati dan jaringan politik menjadi modal penting.
2. JOHN KENEDY AZIS — PETAHANA DENGAN KEUNTUNGAN POLITIK
Ini nama yang paling menarik untuk diperhitungkan.
John Kenedy Azis saat ini merupakan Bupati Padang Pariaman periode 2025–2030, berpasangan dengan Rahmat Hidayat. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025. (Antara Sumbar)
Artinya, jika aturan dan konfigurasi politik memungkinkan, JKA mempunyai keuntungan sebagai petahana apabila ingin melanjutkan kepemimpinan.
Pada Juli 2026, JKA juga masih aktif memimpin agenda pembangunan daerah, termasuk penyusunan RKPD 2027. (Padang Pariaman Kabupaten)
Kunci JKA: bagaimana kinerja pemerintahannya sampai 2029 dan seberapa kuat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinannya.
3. RAHMAT HIDAYAT — WABUP YANG BISA MENJADI KUDA HITAM
Rahmat Hidayat saat ini merupakan Wakil Bupati Padang Pariaman.
Posisi wakil memberikan keuntungan berupa pengalaman pemerintahan, jaringan politik, serta kedekatan dengan masyarakat. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah pada 2029 ia akan tetap berada dalam satu paket dengan JKA atau justru mengambil jalur politik sendiri.
Jika hubungan politik dan elektoralnya berkembang kuat, Rahmat berpotensi menjadi salah satu pemain penting.
4. ADRIAN ADEK
Nama Adrian Adek masuk dalam radar pembicaraan politik lokal. Kekuatan sebenarnya akan sangat bergantung pada jaringan, kendaraan politik, popularitas, elektabilitas, dan kemampuan membangun koalisi menjelang 2029.
5. ASMADI
Asmadi juga disebut dalam bursa perbincangan. Namun, dibanding nama-nama yang sudah memiliki pengalaman langsung sebagai kepala daerah, posisi politiknya masih perlu dilihat dari perkembangan beberapa tahun ke depan.
6. IRWAN SIKUMBANG
Nama Irwan Sikumbang juga menarik untuk diperhatikan.
Dalam politik lokal, figur yang memiliki jaringan sosial dan kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok bisa berkembang cepat ketika momentum politik mulai terbentuk.
7. APRINALDI
Aprinaldi menjadi salah satu nama yang patut dipantau.
Peluangnya akan sangat dipengaruhi oleh konsolidasi politik, jaringan akar rumput, popularitas, serta kemampuan mendapatkan dukungan partai dan tokoh masyarakat.
8. ARISAL AZIZ — TOKOH DENGAN JARINGAN DAN MODAL SOSIAL
Nama Arisal Aziz juga menarik dalam peta spekulasi 2029.
Sebagai figur yang dikenal luas di Sumatera Barat, kekuatan utamanya dapat berada pada jaringan sosial, pengalaman politik, serta modal ekonomi dan sosial yang dimilikinya.
Namun, apakah benar-benar akan maju atau tidak, tentu masih menjadi pertanyaan besar.
LALU, SIAPA YANG PALING BERPELUANG?
Kalau hari ini harus dibuat sebagai pemetaan awal—bukan hasil survei dan bukan prediksi pasti—maka pertarungannya dapat dibaca dalam beberapa kelompok:
🔥 Kelompok unggulan awal:
John Kenedy Azis – Rahmat Hidayat – Suhatri Bur
Kelompok kuda hitam:
Arisal Aziz – Adrian Adek – Asmadi – Irwan Sikumbang – Aprinaldi
Namun politik tidak pernah sesederhana daftar nama.
Popularitas hari ini belum tentu menjadi elektabilitas 2029.
Kinerja pemerintahan, persoalan ekonomi, pembangunan infrastruktur, kepuasan masyarakat, dukungan partai, jaringan perantau, tokoh adat, ulama, generasi muda, hingga kemampuan membangun koalisi akan sangat menentukan.
PERTARUNGAN SESUNGGUHNYA BARU DIMULAI
JKA-Rahmat saat ini memegang pemerintahan untuk periode 2025–2030. Dokumen resmi Pemkab Padang Pariaman juga menempatkan periode tersebut sebagai fase pembangunan daerah yang sedang berjalan. (Padang Pariaman Kabupaten)
Karena itu, 2029 kemungkinan besar akan menjadi referendum politik terhadap rekam jejak pemerintahan 2025–2030.
Jika kinerja memuaskan, petahana mempunyai modal besar.
Jika masyarakat menginginkan perubahan, ruang bagi penantang akan terbuka lebar.
Dan jika muncul figur baru yang mampu menyatukan masyarakat, partai, perantau, tokoh adat, ulama, serta generasi muda, peta yang hari ini terlihat bisa berubah total.
2029 MASIH JAUH.
Tetapi percakapan politiknya sudah dimulai.
Delapan nama sudah disebut.
Koalisi belum terbentuk.
Pasangan belum ditentukan.
Survei belum menjadi penentu.
Pada akhirnya, rakyat Padang Pariamanlah yang akan menentukan siapa yang paling layak memimpin.
Pertanyaannya sekarang:
JKA bertahan? Rahmat maju? Suhatri Bur comeback? Atau justru muncul kejutan dari nama-nama lain?
Ranah Piaman menunggu.

.png)
.jpg)
.png)


