![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, LAMPUNG – Angka di atas kertas memang tampak sempurna, Rp799.494.000 Dana Desa 2024 Kampung Bandar Aji Jaya diklaim cair 100 persen.
Namun di lapangan, yang terlihat hanyalah kepanikan membuang anggaran, penguasaan kekuasaan penuh oleh satu keluarga, dan persiapan menutup mulut rakyat. Ini bukan tata kelola yang sehat, melainkan perampasan yang berkedok aturan.
Data tak bisa berbohong: Tahap I cair Rp430.537.600 (53,85%), Tahap II Rp368.956.400 (46,15%), sedangkan Tahap III sama sekali nihil. Desa berstatus "Berkembang", tapi pengelolaannya justru berjalan mundur jauh dari harapan warga.18/08/2026
Lihat ketimpangan yang mencolok dari rincian penggunaannya.Red
Ratusan juta rupiah dialokasikan untuk jalan, gorong-gorong, dan jembatan (Rp400.996.000) di mana bukti fisiknya? Siapa yang mengukur kualitasnya, dan siapa yang memverifikasi ketuntasan pekerjaannya?
Rp82,8 JUTA masuk pos "Keadaan Mendesak" darurat apa yang tidak dicatat, tidak diumumkan, dan sama sekali tidak diketahui oleh warga?
Belanja operasional dan administrasi menelan lebih dari Rp110 JUTA, sementara alokasi untuk kesehatan hanya Rp3 JUTA, ketahanan pangan Rp7 JUTA, dan pembinaan pemuda sekadar Rp5 JUTA. Logika mana yang memprioritaskan kenyamanan kantor di atas nyawa dan masa depan generasi kampung?
Puncak kecurigaan yang tak terbantahkan, Kakam Suminto menempatkan istrinya sendiri sebagai bendahara kampung. Ini bukan sekadar kelalaian, melainkan langkah cerdas untuk mematikan jalur pengawasan sejak awal.
Ketika yang memberi perintah dan yang memegang kunci kas adalah suami istri, siapa yang berani mengawasi? Siapa yang bisa menjamin tidak ada rekayasa? Ini konflik kepentingan yang terang-benderang, dijalankan dengan sengaja demi melindungi kepentingan pribadi.
Dan kabar yang paling menyakitkan hati, dalam rancangan anggaran 2025 diduga sudah disiapkan pos yang berbau "dana bungkam". Mereka sadar kesalahan besar telah terjadi, dan kini berusaha membeli keheningan. Tapi rakyat Bandar Aji Jaya tidak butuh uang tutup mulut kami butuh hak kami, pembangunan nyata, dan pertanggungjawaban tanpa kompromi.
Saat dikonfirmasi, Kakam Suminto hanya memberi jawaban umum tanpa satu pun bukti nyata. Ia mengaku patuh prosedur, tapi lupa bahwa prosedur dijalankan untuk rakyat, bukan untuk melindungi penguasa kampung.
Kami tidak diam! Inspektorat, Dinas PMD, dan penegak hukum harus segera bertindak. Audit mendalam, selidiki setiap rupiah, dan tuntut siapa yang berani main-main dengan uang nasib kampung ini.
Semangat warga Bandar Aji Jaya tidak akan padam! Kebenaran pasti menang, dan penyimpangan sekecil apa pun pasti terbongkar. Pungkasnya
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

