• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Dalam Rangka HUT Paroki Rantepao ke-80, Pastor dan Umat Bhakti Sosial Bersihkan Sungai Sa’dan

    Rabu, 26 Agustus 2026, Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T18:40:57Z
    masukkan script iklan disini



    SULSEL, Ungkapfakta.info -

     Keprihatinan terhadap kondisi Sungai Sa’dan yang dipenuhi sampah mendorong Pastor bersama umat Paroki Santa Theresia Rantepao turun langsung melakukan aksi bersih sungai, Selasa 25 Agustus 2026.

    Aksi sosial tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Paroki Santa Theresia Rantepao, sekaligus menjadi bentuk kepedulian umat terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber air.

    Kegiatan dilakukan mulai dari kawasan Pasar Pagi Rantepao hingga Tangditulak Ba’lele, Torqja Utara (Torut), Sulawesi Selatan (Sulsel).

    Dalam aksi sosial tersebut, para peserta berhasil mengangkat lebih dari 100 karung sampah dari aliran Sungai Sa’dan.

    Pastor Paulus Tongli, S.Phil., M.Phil., saat ditemui di lokasi Tangditulak Ba’lele mengatakan bahwa, aksi sosial ini dilaksanakan karena keprihatinan terhadap kondisi Sungai Sa’dan yang saat ini banyak dimanfaatkan sebagai tempat membuang sampah.

    “Kami sebagai warga Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Rantepao sangat prihatin melihat Sungai Sa’dan kita yang dipenuhi sampah berserakan. Sungai Sa’dan ini adalah sumber air penopang hidup kita, di mana PAM sebagian besar mengelola air dari sungai ini,” ujar Pastor Paulus.

    Ia menyebutkan, berbagai jenis sampah ditemukan dalam kegiatan tersebut, mulai dari bangkai hewan, sampah rumah tangga, hingga popok sekali pakai.

    Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena Sungai Sa’dan memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat.

    “Saya lihat sungai kita sekarang ini menjadi tempat sampah.
    Berbagai jenis sampah ada di bawah, di antaranya bangkai hewan, sampah dapur dan popok yang paling banyak. Karena itu, dalam rangka memperingati 80 tahun hadirnya Paroki Santa Theresia Rantepao, kami mengadakan aksi/bakti sosial pembersihan sungai sebagai penopang hidup dengan tema ‘Cintai Alam, Cintai Air sebagai Penopang Hidup Kita,” sebut Romo Paulus Tongli.

    Pembersihan dilakukan dari kawasan Pasar Pagi hingga Tangditulak Ba’lele. Di sepanjang lokasi yang dibersihkan, para peserta menemukan sampah dalam jumlah cukup banyak dan mengangkutnya menggunakan karung.

    “Kalau digabungkan sampah dari Pasar Pagi hingga sampah yang di Tangditulak ini, saya kira sudah ratusan karung lebih, padahal baru di lokasi yang sempit ini,” ungkapnya.

    Romo Paulus berharap aksi tersebut dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

    Ia menegaskan, menjaga kebersihan Sungai Sa’dan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu kelompok, melainkan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat.

    “Kami sangat berharap masyarakat timbul kesadaran untuk mencintai Sungai Sa’dan, karena ini adalah sumber air penopang hidup kita,” terangnya.

    Lebih lanjut, Romo Paulus mengatakan bahwa, kegiatan bersih sungai tersebut tidak ingin berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka HUT ke-80 Paroki Santa Theresia Rantepao.

    Menurutnya, aksi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga kebersihan Sungai Sa’dan sebagai salah satu sumber kehidupan masyarakat.

    “Kami bukan hanya melakukan ini dalam rangka momen 80 tahun Paroki Santa Theresia Rantepao. Tetapi, mungkin menjadi sebuah gerakan kita semua ke depan untuk membersihkan sungai sebagai sumber air kita,” sarannya.

    Ia juga berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk memberikan perlindungan terhadap Sungai Sa’dan.

    Bert/Ega/Yustus
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e