NIAS UTARA, Ungkapfakta.info—
Di Desa Tetehosi Maziaya, Kecamatan Sitoluori, Kabupaten Nias Utara Sumut, terdapat Dapur MBG yang lokasinya berdekatan langsung dengan kandang babi. Kondisi ini menyebabkan aroma limbah keduanya bercampur dan berbau sangat menyengat — tergantung arah angin, baunya tak menentu dan sangat mengganggu lingkungan sekitar.
Dapur MBG tersebut dikelola oleh Yayasan Sahabat Erya Sejati, yang diduga pemiliknya adalah salah satu pejabat tinggi di Kabupaten Nias Utara.
Kondisi ini sangat memprihatinkan dan berbahaya, terutama bagi anak-anak sekolah yang menjadi konsumen utama MBG. Belum lama ini terjadi kasus keracunan pada anak-anak di Kabupaten Karo yang diduga berkaitan dengan pengelolaan dan kebersihan pangan. Dengan lokasi dapur yang berdekatan langsung dengan kandang babi, jelas tidak memenuhi syarat kesehatan dan kebersihan pangan — bagaimana makanan dapat dijamin higienis jika berada di tengah sumber bau dan limbah hewan?
"Jelas-jelas kandang babi berada tepat di sebelah dapur. Bagaimana bisa makanan ini disebut sehat dan bergizi? Pengusahanya seharusnya sadar, dan pemerintah juga jangan membiarkan MBG ini dikelola sembarangan. Kasihan anak-anak kita — generasi penerus bangsa ini yang menjadi korban."
Kami memohon kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait untuk segera:
Melakukan pemeriksaan lapangan dan memverifikasi kondisi kebersihan lokasi
Mengevaluasi izin operasional dapur MBG tersebut
Memastikan dapur memenuhi standar kebersihan dan kesehatan pangan yang layak sebelum kembali beroperasi
Memindahkan dapur ke lokasi yang jauh dari sumber limbah dan hewan ternak demi keselamatan anak-anak sekolah
Kesehatan dan keselamatan anak-anak tidak boleh dikorbankan demi kepentingan siapapun.
(Dedi Suganda)
.png)
.png)

