![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, LAMPUNG – Tanggal 17 Agustus menjadi momen di mana seluruh penjuru Kabupaten Tulang Bawang dihiasi bendera merah putih. Upacara dilaksanakan dengan khidmat, pidato penuh semangat bergema di lapangan, dan hadiah dibagikan. Namun di balik kemasan meriah peringatan kemerdekaan ini, wajah sesungguhnya pembangunan di daerah ini masih menyisakan banyak catatan kelam.
Kemerdekaan seharusnya berarti bebas dari kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Namun kenyataannya di Tulang Bawang, jalan berlubang masih menjadi pemandangan biasa yang tak kunjung diperbaiki. Dana desa yang mencapai ratusan juta rupiah di berbagai kampung terkesan sekadar "buang badan", hasilnya nyaris tak terlihat oleh warga.
Banyak warga yang mengeluh: kami merayakan kemerdekaan, namun kenyataannya kami masih terbelenggu oleh janji-janji yang tak pernah ditepati. Alat vital seperti ambulans dan kendaraan dinas justru terbengkalai dan rusak, sementara pupuk subsidi yang seharusnya murah dijual dengan harga fantastis di atas kemampuan petani.
Peringatan 17 Agustus tak boleh sekadar seremoni belaka. Jika kemajuan hanya terlihat di atas kertas, jika amanah justru diselewengkan, maka bendera yang berkibar itu hanyalah hiasan tanpa makna. Merdeka bukan sekadar bebas dari penjajah dulu, tapi bebas dari kelalaian dan ketidakadilan di masa kini.
Warga Tulang Bawang menuntut, jangan hanya pandai berpidato saat upacara. Buktikan kemerdekaan itu dengan perbaikan nyata, bukan sekadar pesta yang menghabiskan uang rakyat.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

