WAY KANAN — Kekecewaan mendalam disampaikan oleh Ibrahim, selaku Biro Media KoreksiNews, terkait ketidakjelasan alur dana iklan ucapan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang telah ditayangkan di media tersebut. Pihaknya mempertanyakan perputaran dana iklan yang diklaim berpindah tangan dari Andika kepada Hendik, kemudian dari Hendik ke Sekretaris Dinas, hingga ke Kasubag, namun kejelasan pertanggungjawabannya tidak kunjung didapatkan.(19/08/26).
Situasi semakin memanas ketika seorang Kepala Dinas Pendidikan diduga mengeluarkan pernyataan yang memicu ketegangan, bahkan memerintahkan Ibrahim untuk memukul atau "menabok" Hendik. Padahal, ditegaskan oleh Ibrahim bahwa dirinya dan Hendik sama sekali tidak memiliki masalah pribadi maupun perselisihan apapun.
"Kepala Dinas Pendidikan itu menyuruh saya nabok Hendik. Pesan itu disampaikan kepada salah satu pejabat yang tidak perlu saya sebutkan namanya, namun jelas pesan itu datang dari beliau, dan pembicaraan ini disampaikan lewat telepon," ungkap Ibrahim dengan nada kecewa.
Ibrahim juga menyoroti pernyataan yang seolah-olah dirinya mengadu kepada Hendi, padahal hal tersebut tidak benar. Beliau juga menegaskan bahwa arahan untuk mendatangi atau "main tangan" kepada Hendik bukan atas inisiatifnya sendiri, melainkan instruksi yang datang dari pihak pejabat tersebut.
Kekecewaan ini berakar dari ketidaktransparan penggunaan dana iklan yang seharusnya menjadi urusan profesional, namun justru berbelok ke arah yang tidak jelas dan disertai instruksi yang dianggap tidak pantas dari seorang pejabat publik. Pihak KoreksiNews berharap adanya kejelasan dan sikap transparan dari pihak terkait agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan perselisihan antarwarga maupun aparat.
Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan dan keberatan yang disampaikan oleh Ibrahim selaku Biro Media KoreksiNews. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau.
.png)


.png)

