SULSEL, Ungkapfakta.info –
Kapolres Luwu Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, memperkuat sinergi dengan insan pers melalui forum Ngopi Bareng Awak Media yang digelar di Aula Tobakke Tongenge, Polres Luwu, Rabu 19 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ajang membangun komunikasi dan mempererat kemitraan antara kepolisian dengan media.
Pengurus Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Luwu yang juga jurnalis FAJAR, Syahruddin, para ketua organisasi profesi jurnalis dan anggota, serta awak media lainnya.
Dalam sambutannya, AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis sekaligus mengucapkan terima kasih atas kemitraan yang selama ini terjalin antara Polres Luwu dan media.
Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara kepolisian dan masyarakat. Selain itu, media juga menjadi mitra penting dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah.
Coffee Morning ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Kami ingin membangun kedekatan emosional dan komunikasi yang semakin baik dengan rekan-rekan media," sebut Kapolres Luwu.
Ia menilai sinergi antara Polri dan media diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat, berimbang, serta mampu menjadi cooling system di tengah derasnya arus informasi.
Kapolres Luwu, AKBP Andrias juga menegaskan bahwa, kolaborasi yang kuat antara kepolisian dan media merupakan langkah antisipatif untuk menghadapi maraknya penyebaran hoaks maupun informasi provokatif di ruang publik.
Melalui komunikasi yang terbuka, media dapat memperoleh klarifikasi langsung dari sumber resmi sehingga pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat tetap berdasarkan fakta dan berimbang.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh insan pers untuk terus berkontribusi melalui pemberitaan yang edukatif dan menyejukkan.
Menurutnya, peran media sangat dibutuhkan dalam menciptakan rasa aman, meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Sementara itu, Ketua Pokja PWI Luwu, Syahruddin menyambut positif komitmen Kapolres Luwu dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan insan pers.
Ia mengatakan media tidak hanya menjalankan fungsi penyebarluasan informasi, tetapi juga memiliki peran edukasi, hiburan, serta kontrol sosial melalui kritik yang membangun.
"Kami berharap hubungan kemitraan yang harmonis antara Polres Luwu dan media dapat terus terjaga dengan mengedepankan profesionalisme, keterbukaan, dan saling menghormati, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Luwu," ujarnya.
Sekadar diketahui bahwa, sebelum dipercaya sebagai Kapolres Luwu, AKBP Andrias mendapat tugas sebagai dosen di Akademi Kepolisian (Akpol).
" Dan saya ini asal Yokyakarta dan keluargaku masih di Yokyakarta," ujar Kapolres baru di Luwu memperkenalkan diri.
AKBP Andrias berharap para wartawan dapat saling mendukung, khususnya dalam menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau publik.
Dikesempatan tersebut, AKBP Andrias juga menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dan prioritas utama selama memimpin Polres Luwu.
Contohnya yakni, aktivitas pertambangan ilegal di Kecamatan Bajo Barat, kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak juga persoalan yang akan ditangani serius.
Kapolres juga akan memberantas peredaran narkoba, praktik judi, sabung ayam akan menjadi prioritas utama. Karena pengalaman saya sebagai Kasat Narkoba di Kalimantan, jadi paham betul soal jalur peredaran narkoba, memahami pola dan jaringan peredaran barang haram tersebut.
Ega/Yustus
.png)
.png)

