![]() |
| ungkapfakta.info |
Mesuji — Sebuah unggahan di media sosial menampilkan sosok yang mengaku sebagai Kepala Desa Mesuji, mengenakan seragam dinas lengkap, sibuk berfoto selfie di dalam kendaraan bersama istrinya dengan gaya penuh percaya diri.
Di kolom keterangan tertulis bangga "Pak Kades Bersama Ibu Negara", seolah-olah ia adalah pejabat tinggi negara. Namun yang menjadi pertanyaan besar di kalangan warga: Apakah tugas utama seorang Kepala Desa hanya sekadar berfoto, bergaya, dan tebar pesona di media sosial, sementara urusan rakyat di desa terabaikan begitu saja?
![]() |
| Tebar pesona |
Warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekesalannya.Red
"Pak Kades ini lebih sibuk mengurus penampilan dan foto-foto cantik di medsos daripada memikirkan pekerjaan dan kepentingan warga. Seragam dinas dipakai rapi, tapi bukan untuk turun ke lapangan, bukan untuk menyelesaikan masalah warga melainkan untuk selfie bergaya di dalam mobil, lalu dipamerkan di media sosial. Bahkan menyebut istrinya 'Ibu Negara' apakah warga sudah dianggap rakyatnya? Apakah jabatan ini hanya untuk gaya-gayaan dan mencari perhatian semata?
Yang lebih membingungkan: Kades Mesuji ini Mesuji yang mana? Mesuji mana yang tidak jelas? Tidak ada kejelasan wilayah, tidak ada keterangan yang pasti, tapi sudah berani mengaku sebagai Kades Mesuji. Kalau hanya bisa selfie dan tebar pesona di medsos, lebih baik turun ke desa, lihat apa yang warga butuhkan. Jangan sampai jabatan ini hanya dijadikan alat untuk pamer dan cari perhatian, sementara desa tidak berkembang dan warga tidak terlayani."
Unggahan tersebut mendapat perhatian luas dari netizen. Banyak yang menilai bahwa seorang pejabat desa seharusnya lebih fokus pada pelayanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat bukan sekadar sibuk dengan citra diri di media sosial. Warga berharap agar sosok yang mengaku sebagai Kades Mesuji tersebut segera membuktikan kinerjanya, bukan hanya unggahan foto-foto yang tidak memberi manfaat bagi siapa pun. Jika memang benar-benar memimpin desa, buktikan dengan karya nyata, bukan sekadar gaya dan kata-kata manis di balik layar ponsel.
Jabatan adalah amanah, bukan panggung untuk pamer. Dan rakyat butuh pemimpin yang bekerja, bukan pemimpin yang hanya pandai berfoto.
Pewarta: Yantoni
.png)


.png)

