Kubu Raya, Kalimantan Barat __ Proyek BWSK 1 kembali langganan bermasalah. Paket Pembangunan Pengaman Pantai Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya segede Rp14,9 miliar dari laci APBN Tahun Anggaran 2026, tampak terbengkalai.
" Bahkan dilapangan, pekerjaan basah kuyup milik BWSK 1 garapan PT Kirana Agung Persada yang progres fisiknya baru mencapai 20%, ditinggal pelaksana begitu saja tanpa ada keterangan apapun, " ungkap warga sekitar.
Kalau paket di Balai terjadi mangkrak, katanya, itu tidak terlalu heran, sudah terbiasa dan sering kami dengar. Alasannyapun sejak dulu juga sama seputar dana, bukan tehnis. Sementara didalam kontrak ada pasal-pasal hukum yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak.
" Mestinya sebelum pekerjaan dimulai, pelaksana harus berani mengakui kalau modalnya agak kurus. Jangan setelah action tiba-tiba ditengah jalan ngomong duit kagak ade. Ini proyek pemerintah yang wajib dipertanggung jawabkan.
" Cara kerja seperti itu, disamping merusak kualitas maupun kwantitas hasil bangunan, juga membuka peluang terjadinya praktek KKN antara Kontraktor dan PPK, " terang warga tadi.(007/D.Arifin)
.png)

.png)

