![]() |
| ungkapfakta.info |
Tulang Bawang — SPBU Terminal Menggala Selatan yang merupakan aset dan milik BUMD Kabupaten Tulang Bawang, kini mencuat dugaan pelanggaran dan ketidakberesan dalam pengelolaannya.
Laporan yang diterima tim media menyebutkan bahwa stasiun pengisian bahan bakar milik rakyat ini diduga melakukan praktik pengecoran penyaluran bahan bakar di luar prosedur resmi, di luar antrean, dan diduga merugikan kepentingan masyarakat luas.
Yang lebih memprihatinkan, dugaan ini diperkuat adanya pihak-pihak yang mengaku sebagai lembaga sekaligus media, yang justru berada di lokasi dan diduga memberikan perlindungan serta pengesahan atas praktik tersebut.
Padahal SPBU ini adalah milik BUMD artinya aset milik seluruh masyarakat Tulang Bawang. Jika pengelolaannya sudah tidak transparan, apalagi diduga ada pihak yang melindungi ketidakberesan, maka rakyat berhak mempertanyakan kejelasan pengelolaannya.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan.Red
"Ini SPBU milik BUMD Tulang Bawang milik kita semua, milik rakyat. Kenapa justru di sini terjadi dugaan pengecoran? Kenapa ada kendaraan besar yang diduga mendapat pasokan di luar ketentuan, sementara warga biasa sering kesulitan? Yang lebih heran, ada pihak yang mengaku lembaga dan media justru ada di sana, seolah-olah melindungi hal tersebut. Kalau benar lembaga dan media, seharusnya mengawasi, bukan melindungi pelanggaran. Jangan sampai aset milik rakyat justru dikelola untuk keuntungan segelintir pihak yang merasa berkuasa."17/08/2026
Praktik pengecoran bahan bakar di fasilitas milik BUMD sangat disayangkan dan patut ditindaklanjuti. BUMD dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk menjadi tempat praktik yang merugikan rakyat.
Apalagi jika diduga ada pihak yang mengaku sebagai lembaga dan media yang turut mendukung dan melindungi kegiatan tersebut hal ini sangat mencoreng nama baik lembaga dan profesi jurnalistik itu sendiri.
Kepada pengelola SPBU Terminal Menggala milik BUMD Tulang Bawang, ingatlah, ini aset milik rakyat. Setiap tetes bahan bakar yang disalurkan adalah amanah.
Jangan sampai amanah itu dikhianati demi kepentingan pribadi, apalagi dilindungi oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai pengawas.
Masyarakat berharap pihak manajemen BUMD Tulang Bawang segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan menyeluruh terkait dugaan ini.
Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci utama agar aset milik rakyat benar-benar bermanfaat untuk rakyat, bukan untuk segelintir pihak yang merasa paling berhak.
Pewarta: Tim Deri/Yantoni
.png)

.png)

