TULANG BAWANG — Nama Novi Marjani, selaku Direktur Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Tulang Bawang, kini berada di tengah pusaran dugaan penyimpangan keuangan yang semakin menguat. Bukan sekadar dugaan biasa banyak pihak yang diduga berusaha menutup, melindungi, dan membiarkan hal ini berlarut tanpa ada yang disentuh hukum. Semakin terlihat jelas: ada tangan-tangan yang menahan agar Novi Marjani tidak jatuh.
Padahal, sejatuh-jatuhnya seseorang, sebesar apa pun perlindungan yang diberikan, kebenaran tidak akan bisa dibungkam selamanya.
Menurut laporan yang diterima, pengelolaan keuangan di bawah kepemimpinan Novi Marjani diduga penuh kejanggalan. Dana yang seharusnya berputar untuk kepentingan rakyat justru diduga dialihkan, dicatat tidak sesuai kenyataan, dan dikelola tanpa transparansi. Banyak yang tahu, banyak yang melihat namun justru diam. Bukan tidak berani bicara, melainkan takut kepada mereka yang berdiri di belakang.
Ada pihak yang menutup laporan.
Ada pihak yang memerintahkan agar tidak ditindak. Ada pihak yang menjamin aman, seolah semua perbuatan itu benar.
Siapa mereka? Orang-orang yang takut ikut terseret. Orang-orang yang juga mendapat keuntungan. Orang-orang yang berkuasa dan merasa kekuasaannya mampu menutupi segala kesalahan. Mereka berpikir: lindungi Novi, maka rahasia-rahasia lain ikut terjaga.
Tapi perlindungan itu tidak akan bertahan.
Sejatuh-jatuhnya kebenaran, ia akan bangkit kembali. Sedalam apa pun ditimbun, ia akan terlihat. Serapat apa pun pintu ditutup, cahayanya akan menembus celah.
Andika Fortuba menegaskan: Siapa pun yang melindungi Novi Marjani, ikut bertanggung jawab. Karena menutupi kejahatan sama saja melakukannya. Menyelamatkan yang salah berarti mengkhianati rakyat. Dan semakin lama diproteksi, semakin berat jatuhnya saat akhirnya terungkap semua.
Kepada Kejaksaan Tinggi Lampung, KPK, Komisi Kejaksaan RI, serta seluruh lembaga berwenang. Jangan lihat siapa yang melindungi. Lihat siapa yang dirugikan rakyat Tulang Bawang. Jangan takut pada jabatan. Takutlah pada kebenaran. Periksa Novi Marjani. Dan periksa pula siapa-siapa yang berdiri di belakangnya.
Sejatuh-jatuhnya, keadilan pasti datang. Tidak hari ini, besok. Tidak besok, lusa. Tapi datang. Dan saat itu tiba, tidak ada satu pun yang bisa bersembunyi.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

