TRENGGALEK,Ungkap Fakta–
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Trenggalek menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti sekitar 1.200 peserta . Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat nilai religius sekaligus memperkenalkan konsep pendidikan berbasis nilai, spiritualitas, dan kasih sayang.
Informasi tersebut disampaikan Humas MAN 1 Trenggalek. Kegiatan melibatkan seluruh siswa, baik sebagai peserta maupun dalam kepanitiaan dan rangkaian pelaksanaan acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan hadrah dari siswa MAN 1 Trenggalek, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta sambutan Kepala MAN 1 Trenggalek Drs. Widodo dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek Dr. Drs. Mohammad Nur Ibadi, MM.
Acara kemudian dilanjutkan dengan dzikir bersama serta ceramah keagamaan yang disampaikan Gus Mohammad Salsaladin dan Gus Badar.
Lebih dari sekadar agenda peringatan keagamaan, kegiatan tersebut mengusung semangat memperkenalkan MAN 1 Trenggalek sebagai madrasah yang memiliki perhatian terhadap penguatan pendidikan religi dan pembentukan karakter peserta didik.
Konsep tersebut salah satunya diwujudkan melalui penerapan kurikulum berbasis cinta, yakni pendekatan nilai dan gerakan moral yang diarahkan untuk mengembalikan dimensi kemanusiaan, spiritualitas, serta kasih sayang dalam ekosistem pendidikan Islam, baik di lingkungan madrasah maupun pesantren.
Kepala MAN 1 Trenggalek Drs. Widodo menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana madrasah membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
“Kami ingin madrasah tidak hanya menjadi tempat siswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan akhlak, kepedulian, spiritualitas, dan rasa kasih sayang. Semangat kurikulum berbasis cinta kami harapkan dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, sehingga pendidikan benar-benar menyentuh sisi kemanusiaan peserta didik,” ujar Widodo (2/9/2026)
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan Maulid Nabi juga menjadi bagian dari proses pendidikan. Siswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi turut mengambil peran dalam kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan.
Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk membangun tanggung jawab, kebersamaan, kepedulian serta kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.
Peringatan Maulid Nabi di MAN 1 Trenggalek diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk
memperkuat karakter siswa melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW serta penerapan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang dalam lingkungan pendidikan.
Reporter : Retno W.
.png)
.png)

