Serang, ungkapfakta.info –
Pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tata Kelola melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam program BOS Kinerja Tahun 2026 digelar di SD Pasir Padukuhan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten.
Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Lamanya kegiatan disebabkan banyaknya materi yang harus disampaikan dan dibahas bersama para peserta.
Di Kecamatan Pamarayan, terdapat empat sekolah jenjang sekolah dasar (SD) yang mendapatkan BOS Kinerja, yakni SD Pasir Padukuhan, SD Kampung Baru, SD Pamarayan 2, dan SD Barani. Selain itu, terdapat satu sekolah dari Kecamatan Tunjung Teja, yakni SD Tunjung 1.
Kelima sekolah tersebut mengikuti kegiatan secara bersama-sama dalam upaya meningkatkan penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di lingkungan sekolah.
Pemilihan sekolah penerima BOS Kinerja dilakukan berdasarkan hasil pengisian dan penilaian berbagai instrumen, yang melibatkan dewan guru, wali murid, serta siswa. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), yang menunjukkan adanya peningkatan dalam berbagai aspek penilaian.
Kepala SD Pasir Padukuhan, Ati Sunarti, yang juga selaku Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek tersebut diikuti lima sekolah dalam satu kelompok atau klaster tingkat kabupaten.
"Untuk kegiatan BOS Bimtek ini ada empat sekolah di Kecamatan Pamarayan dan satu sekolah dari Kecamatan Tunjung Teja, yaitu SD Tunjung 1. Jadi, pelaksanaannya sesuai lingkup kabupaten, bukan hanya kecamatan. Kami sudah dikelompokkan dalam klaster dan termasuk Cluster 46," ujar Ati.
Menurutnya, kelima sekolah tersebut terpilih berdasarkan hasil Sulingjar dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Ia menjelaskan, saat ini asesmen kemampuan akademik bagi siswa kelas VI juga mengalami perubahan dalam penyebutannya.
"Kelima sekolah ini terpilih dari hasil Sulingjar dan ANBK. Untuk kelas VI, asesmen yang sebelumnya dikenal dengan ANBK kini berkaitan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang mencakup aspek karakter dan literasi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SD Pamarayan 2, Lasmini, selaku bendahara kegiatan, mengatakan sekolahnya menerima dana BOS Kinerja sebesar Rp22.500.000.
"Nominal dana yang kami terima sebesar Rp22.500.000 , bersumber dari BOS Kinerja. Dana tersebut digunakan dalam rangkaian kegiatan sampai November dan disalurkan secara berkala," ungkap Lasmini.
Ia menambahkan, kegiatan Bimtek tahap awal dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pendampingan, dan kemitraan.
"Nantinya ada sekolah sasaran yang mendapatkan pengimbasan dari hasil Bimtek ini, yaitu SD Barani dan SD Tunjung 1," katanya.
Ketua PGRI, Ipad Fajillah, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi para guru, khususnya di sekolah penerima BOS Kinerja.
"Saya berharap sebagai Ketua PGRI bisa mengimplementasikan kegiatan ini. Mudah-mudahan dapat meningkatkan kompetensi guru-guru di sekolah yang mendapatkan BOS Kinerja, sehingga hasil dari Bimtek ini bisa diterapkan di sekolah masing-masing," ujarnya.
Ati Sunarti kembali menjelaskan, rangkaian program tersebut berlangsung sejak Agustus hingga November 2026, sesuai dengan anggaran yang diterima.
"Sejak bulan Agustus kami sudah merencanakan kegiatan ini bersama pihak dinas. Adapun jadwal Bimtek sudah ditentukan oleh pihak dinas. Setelah proses pendampingan dan materi Bimtek dinilai siap, selanjutnya akan dilakukan pengimbasan kepada sekolah lain yang tidak menerima Bimtek," terangnya.
Selain pengimbasan, program tersebut juga akan melibatkan pihak luar melalui kegiatan kemitraan. Beberapa pihak yang direncanakan terlibat antara lain kepolisian, TNI melalui Koramil, tenaga kesehatan, serta pemadam kebakaran (Damkar), yang nantinya akan memberikan sosialisasi secara langsung kepada para siswa.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat positif bagi dunia pendidikan karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh para guru.
"Kegiatan ini tentunya sangat positif bagi dunia pendidikan, karena bukan hanya siswa yang menerima dampaknya, tetapi juga dewan guru. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti," pungkasnya.
(Dosi Sahara/ Surya)
.png)
.png)

