Serang, ungkapfakta.info —
SD Negeri Bendungan melakukan perbaikan lapangan sekolah dan pembangunan taman sekolah sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, bersih, asri, dan tertata bagi para siswa.
Sebelumnya, kondisi lapangan sekolah dinilai becek dan gersang. Dengan adanya perbaikan tersebut, diharapkan siswa yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas di lingkungan sekolah tidak lagi merasa terganggu dengan kondisi lapangan yang becek dan kotor.
Selain perbaikan lapangan, pihak sekolah juga melakukan penataan taman agar lingkungan sekolah terlihat lebih asri dan indah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap 2. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, anggaran yang digunakan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp6.680.000 atau sekitar 20 persen dari dana BOS.
Selain perbaikan lapangan dan taman, pihak sekolah juga melakukan pembelian buku sebesar 15 persen dengan anggaran Rp12.000.000 sesuai dengan SIPLah. Sementara itu, terdapat pula belanja modal lainnya sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
Dana BOS yang diterima sekolah dalam satu tahun disebut mencapai Rp182.700.000 dan dibagi dalam empat tahap.
Kepala SD Negeri Bendungan, Suherti, S.Pd., menjelaskan bahwa pada pencairan tahap kedua, sekolah menerima dana sebesar Rp45 juta yang pengelolaannya dilakukan bersama bendahara dan komite sekolah.
"Ini tahap 2, pencairan pertama sejumlah Rp45 juta. Semua sudah dikelola oleh bendahara dan komite sekolah," jelas Suherti.
Sementara itu, jumlah siswa yang terdata dalam penerima dana BOS mencapai 203 siswa. Sebagian siswa disebut menginduk di SD IT NAIS. Pihak sekolah memberikan 50 persen dana BOS untuk siswa tersebut karena merupakan hak anak.
"Jumlah 22 anak dikali Rp900.000 selama setahun. Jadi yang dikelola kami hanya 107 siswa SDN Bendungan," ungkap Suherti.
Lebih lanjut, Suherti mengatakan bahwa dana BOS tahap ketiga nantinya akan digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru. Rencananya, sekolah akan mengirimkan lima orang guru mengikuti workshop di SDN Binong.
Menurutnya, setiap guru dikenakan biaya sebesar Rp300.000. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam bidang numerasi dan literasi.
"Ini dimaksudkan untuk peningkatan mutu guru demi mencapai rapor mutu pendidikan yang berkualitas. Kalau rapor mutunya bagus, kami juga dapat BOS Kinerja," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dana BOS reguler yang diterima sekolah telah digunakan sesuai dengan peruntukannya.
Terkait sarana dan prasarana, Suherti berharap perbaikan lapangan sekolah dapat terus dimaksimalkan karena kondisinya saat ini masih belum sepenuhnya memenuhi standar sarana dan prasarana.
"Ke depannya akan tetap memaksimalkan lapangan karena ini belum memenuhi standar untuk sarana dan prasarananya sesuai pemeliharaan sarpras. Untuk pagar sekolah akan dibicarakan lebih lanjut dengan komite, barang kali komite punya cara bagaimana mengganti atau memperbaiki pemagaran," katanya.
Di sisi lain, Ketua Komite SD Negeri Bendungan, Cecep Wijaya, menjelaskan bahwa lapangan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 35 meter dan lebar 6 meter.
"Untuk panjang lapangan yang diperbaiki sepanjang 35 meter dan lebar 6 meter. Sebagai warga di sekitar, kami tidak mengutamakan harga tukang. Walaupun saya dan saudara yang mengerjakan, selama seminggu borongan saja dan mendapatkan upah Rp1.000.000 dengan DP Rp.600.000," jelas Cecep.
Cecep juga berharap adanya perbaikan tersebut dapat mendukung kemajuan sekolah. Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu dilakukan, termasuk pemagaran sekolah dan penyelesaian lapangan.
"Harapan saya ingin kemajuan di sekolah. Pagar juga belum dilaksanakan dan lapangan juga belum beres. Saya senang membantu, merangkap sebagai penjaga sekolah ini," pungkasnya.
Dengan adanya perbaikan lapangan dan penataan taman tersebut, diharapkan lingkungan SD Negeri Bendungan ke depannya menjadi lebih nyaman, rapi, dan mendukung proses kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah bersama komite juga diharapkan dapat terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana demi mendukung kualitas pendidikan.
(Kabiro Surya)
.png)
.png)

