![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, 15 OKTOBER 2026 Surat undangan resmi dari Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten Nomor B/203/X/2026 tanggal 14 Oktober 2026 telah disampaikan kepada puluhan organisasi kemasyarakatan dan komponen bangsa di wilayah Lampung. Undangan tersebut meminta kehadiran para pimpinan organisasi dalam kegiatan Rapat Koordinasi Apel Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada Jumat 16 Oktober 2026 pukul 09.30 WIB di Aula Sudirman Makodam XXI/Radin Inten.
Andika Fortuba selaku Ketua DPP Ormas Forum Rakyat Tulang Bawang yang juga tercatat menerima undangan tersebut menyambut baik langkah yang diambil oleh pimpinan Kodam XXI/Radin Inten. Red
Inisiatif ini sangat positif dan patut diapresiasi. Kehadiran Kodam XXI/Radin Inten untuk mengajak seluruh elemen masyarakat duduk bersama membicarakan persatuan dan kebangsaan adalah langkah yang sangat tepat di tengah situasi yang membutuhkan kerukunan antar sesama warga negara. Sinergi antara institusi militer dan masyarakat sipil harus senantiasa dijaga dan diperkuat demi menjaga stabilitas daerah maupun provinsi. Semoga pertemuan ini tidak hanya seremonial semata melainkan menghasilkan langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Dalam daftar undangan tersebut juga tercatat kehadiran berbagai elemen penting di antaranya Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri Garuda Bhakti Nusantara serta Laskar Merah Putih Perjuangan yang merupakan bagian dari kerangka besar kekuatan sosial masyarakat yang turut menjaga persatuan di daerah. Kehadiran beragam organisasi dari latar belakang yang berbeda menunjukkan bahwa persatuan bangsa bukanlah tanggung jawab satu pihak saja melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Andika Fortuba juga menegaskan bahwa sinergi yang terjalin harus didasari atas prinsip kemitraan yang setara transparan dan saling menghormati. Setiap komponen bangsa memiliki peran masing masing yang saling melengkapi. Peran institusi militer berbeda dengan peran masyarakat sipil namun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu terwujudnya masyarakat yang aman damai adil dan makmur. Kerjasama yang dibangun harus terbuka untuk umum dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok atau individu tertentu.
Masyarakat berharap melalui kegiatan koordinasi ini terjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah daerah institusi militer kepolisian dan seluruh elemen masyarakat sipil. Setiap persoalan yang muncul di daerah dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah dan hukum yang berlaku tanpa menimbulkan konflik yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan persiapan kegiatan berjalan sesuai jadwal. Praduga tak bersalah tetap berlaku bagi setiap pihak yang terlibat.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)