Berhasil Ungkap Penipuan Digital Catut Nama Gubernur Kaltara, Ditreskrimsus Polda Sulsel Raih Penghargaan
MAKASSAR — Ungkap Fakta (17/10/2026) — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memberikan penghargaan kepada jajaran personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, atas keberhasilan mengungkap dan mengusut tuntas kasus penipuan siber yang mencatut nama serta identitas resmi beliau.
Prosesi penyerahan piagam berlangsung di Mapolda Sulsel, Kamis (15/10/2026), dan disaksikan langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen. Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H.
Gubernur Zainal Arifin Paliwang membeberkan kronologi kejadian yang bermula pada 30 September 2026. Seorang oknum tak dikenal menghubungi rekan bisnis beliau yang berdomisili di Singapura melalui aplikasi pesan instan.
Pelaku dengan sengaja memalsukan tiruan suara yang persis menyerupai suara Gubernur Kaltara, serta memasang foto profil WhatsApp resmi milik Zainal Arifin Paliwang. Dengan modus tersebut, pelaku meminta pengiriman dana sebesar Rp100 juta.
Korban yang yakin berkomunikasi langsung dengan Gubernur Kaltara kemudian mentransfer dana sebanyak dua kali, yaitu Rp40 juta dan Rp35 juta. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp75 juta, sedangkan sisa permintaan sebesar Rp25 juta beruntung belum sempat dikirim.
Pemberian penghargaan ini merupakan wujud apresiasi setinggi-tingginya dari Pemprov Kaltara atas dedikasi, profesionalisme, serta kepiawaian personel Polda Sulsel dalam merespons kejahatan lintas wilayah tersebut dengan cepat dan tepat.
"Respons cepat ini tidak sekadar membuktikan kesigapan aparat penegak hukum, tetapi juga menggarisbawahi krusialnya kolaborasi antarlembaga demi melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan berbasis teknologi digital," ujar Gubernur Zainal Arifin Paliwang.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kejahatan siber lintas wilayah dapat terungkap berkat sinergi antarinstansi dan ketelitian penyidik dalam menelusuri jejak digital pelaku.
jurnalis"(Kul indah)
.png)
.png)

