Festival Tunas Bahasa Ibu Pangkep 2026, Lestarikan Bahasa Bugis dan Makassar Melalui Empat Cabang Lomba
PANGKEP — Ungkap Fakta (15/10/2026) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan sukses menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat SD dan SMP Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Oktober 2026 ini bertujuan menyeleksi siswa berprestasi untuk mewakili daerah di tingkat provinsi hingga nasional.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus perwakilan guru, Haeril Aziz, S.Pd. dari UPT SDN 23 Japing, Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene, menjelaskan ada empat cabang lomba yang diperlombakan, semuanya menggunakan bahasa daerah setempat.
Empat Cabang Lomba Berbahasa Daerah
- Lomba Mendongeng
- Lomba Pidato
- Lomba Stand Up Comedy
- Lomba Cerita Pendek (Cerpen)
"Semuanya menggunakan Bahasa Bugis dan Bahasa Makassar. Sebab Kabupaten Pangkep dikenal dengan dua bahasa daerah ini," ujar Haeril Aziz.
Setiap cabang lomba diikuti masing-masing 8 peserta — 4 putra dan 4 putri — yang merupakan perwakilan dari 9 kecamatan di Kabupaten Pangkep. Juara pertama dari setiap kategori akan maju mewakili Pangkep bersaing dengan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan di tingkat provinsi, kemudian berlanjut ke tingkat nasional.
Kegiatan ini diikuti oleh 154 peserta tingkat SD dan 65 peserta tingkat SMP, yang berasal dari sekolah negeri maupun swasta di seluruh kecamatan di Pangkep. Kehadiran kepala sekolah dan guru pendamping turut menyukseskan acara ini.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep, Nurul Haq, S.Pi.
didampingi Sekretaris Dinas serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan SMP. Penutupan pun dilakukan oleh jajaran pimpinan yang sama.
Haeril Aziz selaku panitia pelaksana yang mewakili dinas pendidikan Kabupaten Pangkep berharap para pemenang mampu mengharumkan nama Kabupaten Pangkep di jenjang yang lebih tinggi. "Semoga perwakilan kita mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan hingga ke tingkat nasional. Dan semoga tahun depan jumlah peserta semakin banyak lagi," ucapnya penuh harap.
Festival ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam melestarikan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.
Jurnalist'"(Kul indah)
.png)
.png)